JEJAK RAHAYU

JEJAK RAHAYU

  • WpView
    Membaca 51
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 10
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Feb 20, 2020
WpInfo
Non-fiksi
Apa yang kamu pikirkan jika melihat ayahmu diberhentikan di jalanan oleh polisi selain ditilang? Apa yang akan kamu lakukan? Kami, sebagai anaknya hanya berlalu dan pura-pura tak tahu. Apa yang akan kamu pikirkan jika ayahmu yang baik, ditangkap di dalam rumah sendiri oleh polisi selain kasus terselubung? Apa yang akan kamu lakukan? Kami, sebagai anaknya hanya tersenyum manis. Banyak omongan orang negatif yang sama sekali tak kami gubris. Bukan tak mendengar atau tak tahu, yang jelas kami tak mau tahu. Dan inilah kisah kami, yang orang menyebutnya anak tak tahu malu. Semoga kalian bisa bersabar, menelisik setiap lekuk ceritaku, dari mula ingatan masa kecilku hingga saat masa indahku.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#375
judi
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Tentang Kota Ini
  •   *{ MAFIA POSESIF (DIAM)}*  '''CHOI YN X JEON JUNGKOOK '''
  • Forbidden Love
  • Who We Are??
  • I'm a daughter
  • Mimpi atau Kenyataan
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Jovandra
  • INVESTIGATION - THE BEGINNING

Hari ini, Ayah membawa kami pergi dari Ibukota dan memilih kota Yogyakarta sebagai tempat singgah sementara; katanya. Tepatnya di Rumah Oma yang terdapat keluarga besar yang dari dulu tinggal di sana. Canggung, banyak berpikir buruk tentang mereka karena sikap yang diperlihatkan. Di Jakarta saja Aku dengan Ayah, Bunda dan ketiga Adikku saja tidak memiliki hubungan yang begitu dekat. Apalagi di sini? Semakin asing dan terasa diasingkan. Namun, sepertinya mata dan hatiku sedang tertutup rapat selama di kota ini. Aku menganggap Yogyakarta bukanlah tempatku. Aku tidak bisa ada di sana. Apa kalian juga berpikir seperti itu? Pasalnya, ada beberapa manusia yang kutemui di sini, salah satunya si manusia itu. Dan kembali ke hal utamanya, mata dan hatiku sedang tertutup kala itu. Semua akibat terlalu gelisah mengenai rumah besar Oma ini, tentang segala yang berada di dalamnya. [[Cerita ini sedikit mengulik tentang perasaan seorang remaja perempuan yang mendapat peran sebagai kakak pertama. Dunianya hanya penuh dengan dirinya sendiri; fotografi salah satu di dalamnya. Namun, selalu terbesit dalam hatinya untuk berbicara pada dunia. Ia ingin lebih dari ia yang sekarang, ia selalu merasa tak pernah menjadi seorang kakak, ia tak pernah merasa menjadi sesosok teman, ia hanya ingin seperti manusia lain yang terlihat biasa saja dengan manusia lainnya. Tentu ingin menjaga keluarganya, bukan dengan tetap bungkam. Ia ingin bersuara dengan berjuta makna katanya. Namun, apakah bisa? Rasanya tidak kalau ia masih membuka mata dan hatinya untuk dunia; terutama orang-orang yang ia temui di Yogyakarta.]] Update setiap JUMAT👀

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan