ME AND MY DREAM

ME AND MY DREAM

  • WpView
    GELESEN 7
  • WpVote
    Stimmen 1
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadAbgeschlossene Geschichte So., Feb. 2, 2020
WpInfo
Belletristik
Romantik
Aku dan Impianku. Aku adalah seorang perempuan yang tekat bermimpi untuk bisa melanjutkan pendidikanku di Perguruan Tinggi, bukan hal yang terlalu sulit sebenarnya untuk digapai, karena banyak sekali orang tua menginginkan anaknya untuk melanjutkan pendidikan setinggi mungkin. Adanya biaya atau tidak untuk pendidikan, semua akan diusahakan oleh orang tua sebisa mungkin asal anak yang dibanggakannya bisa berpendidikan tinggi minimal sampai gelar sarjana. Namun, semua itu tidak terjadi padaku. Aku terlahir dari seorang Ayah dan Ibu yang sangat berkecukupan dalam kebutuhan Ekonomi. Mudah sebenarnya untuk mengajukan bantuan pemerintah agar aku bisa kuliah secara free, tapi semua itu akan menjadi malapetaka jika kedua orang tua tidak merestuiku untuk berpendidikan. Aku tidak boleh menyerah, entah bagaimana caranya aku harus bisa melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi. Sebisa mungkin aku harus bisa membujuk Ayah dan Ibu untuk merestui hal itu. Ku pasrahkan semua pada Allah, aku yakin Allah akan merubah hal segalanya yang tidak mungkin akan menjadi mungkin.
Alle Rechte vorbehalten
#50
motivasihidup
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Kampus Impian, Dia Dan Organisasi
  • ADA PELANGI DI UJUNG WAKTU
  • Merajut Mimpi Dengan Seutas Tali
  • CINTAKU SEINDAH LAUTAN
  • Alfareez & Aziza
  • When I Found You [COMPLETE]
  • Jejak Luka Di Bawah Langit Senja
  • Bersama imamku
  • The Baby's Contract✓
  • Takdir

Aku adalah lulusan Madrasah Aliyah Negeri di kota besar di Indonesia. Di sekolah, aku mengambil jurusan Ips padahal diriku tidak suka dengan menghitung. Kata orang sih adalah orang yang salah masuk jurusan. Awalnya aku tidak berminat untuk melanjutkan ke peguruan tinggi. Niat awal aku lebih baik bekerja untuk menghidupi keluarga yang kurang berada. Pemikirian itu selalu ada di otak ku entah mengapa. Disamping itu, aku malas melewati persyaratan masuk kuliah yang cukup ribet dan lika liku. Aku lebih malas lagi membuat skripsi. Ya walaupun sekolah ada materi membuat skripsi sih. Tapi itu cukup sulit bagiku walaupun itu hanya membuat riset dan harus di revisi beberapa kali sama hal dengan skripsi yang terus menerus di revisi oleh dosen penguji dan dosen pembimbing. Apalagi tahun ku lulus tidak ada namanya Ujian Nasional. Yang ada Nilai rapot semester 1 sampai dengan 5 naik terus atau sebaliknya. Maybe nilai ku dibantu oleh UAMBN (Ujian Akhir Madrasah Berbasis Nasional) se Indonesia dan Se Kementrian Agama. Pikiran ku hanya terjuju oleh Lulus dan pasrah kepada Allah dengan semua nilai ku. Aku ingin nilai UAMBN atau Ujian lain nya tertinggi. Bukan apa-apa, aku hanya tidak ingin nilai ijazah ku merah. Sungguh merupakan niat yang sangat buruk. Seharusnya, hasil belajar tidak hanya di lihat oleh nilai saja tetapi bagaimana proses untuk ke sana. Awalnya fikiran ku acuh pada pendidikan yang mulai terbuka. Aku mulai sadar bahwa pendidikan itu lebih penting daripada pekerjaan. Banyak direktur perusahaan membutuhkan karyawan nya lulusan S1 bukan Sma. Paling-paling kalau kerja jadi office boy atau jadi psg indomaret,alfamart,supermarket yang lain nya. Namun aku masih bimbang antara pendidikan atau membantu abang mencari pekerjaan. Menuntut ilmu juga kewajiban untuk semua orang. Banyak hal yang aku fikirkan dan bukan hanya ambisi yang "AKU MAU KULIAH!". Ini adalah pemikiran tentang kewajiban menuntut ilmu sampai ajal menjemput.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien