ME AND MY DREAM

ME AND MY DREAM

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sun, Feb 2, 2020
Aku dan Impianku. Aku adalah seorang perempuan yang tekat bermimpi untuk bisa melanjutkan pendidikanku di Perguruan Tinggi, bukan hal yang terlalu sulit sebenarnya untuk digapai, karena banyak sekali orang tua menginginkan anaknya untuk melanjutkan pendidikan setinggi mungkin. Adanya biaya atau tidak untuk pendidikan, semua akan diusahakan oleh orang tua sebisa mungkin asal anak yang dibanggakannya bisa berpendidikan tinggi minimal sampai gelar sarjana. Namun, semua itu tidak terjadi padaku. Aku terlahir dari seorang Ayah dan Ibu yang sangat berkecukupan dalam kebutuhan Ekonomi. Mudah sebenarnya untuk mengajukan bantuan pemerintah agar aku bisa kuliah secara free, tapi semua itu akan menjadi malapetaka jika kedua orang tua tidak merestuiku untuk berpendidikan. Aku tidak boleh menyerah, entah bagaimana caranya aku harus bisa melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi. Sebisa mungkin aku harus bisa membujuk Ayah dan Ibu untuk merestui hal itu. Ku pasrahkan semua pada Allah, aku yakin Allah akan merubah hal segalanya yang tidak mungkin akan menjadi mungkin.
All Rights Reserved
#168
motivasihidup
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jejak Luka Di Bawah Langit Senja
  • Sahabat Until Jannah (SUDAH TERBIT)
  • CINTAKU SEINDAH LAUTAN
  • Okay, We're Married on July
  • [SUDAH TERBIT] Pit a Pat : Karena Tiap Detak Punya Cerita
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis
  • ADA PELANGI DI UJUNG WAKTU
  • Takdir
  • When I Found You [COMPLETE]
  • SUBSTITUTE (LURAH)

Aku pernah melangkah penuh percaya diri di kampus negeri, di mana mimpi-mimpi sederhana terasa seolah sudah ada di ujung tangan. Aku aktif, dikenal, dan percaya bahwa masa depan yang cerah hanyalah soal waktu. Tapi ketika ibu pergi, semuanya runtuh tanpa ampun. Sunyi menyelimuti rumah yang dulu penuh tawa, tabungan menguap seperti angin, dan Jati diri terhempas jauh melayang lalu sirna bersama rasa kecewa, Ayah terdiam dalam kebingungan, kehilangan arah yang dulu ia genggam erat. Aku yang muda, yang seharusnya berlari mengejar mimpi, terjerat oleh tanggung jawab yang terlalu berat untuk dipikul sendiri. Aku berhenti kuliah, bukan karena kehilangan semangat, tapi karena harus memilih, melanjutkan mimpi yang kian menjauh, atau bertahan untuk keluarga yang runtuh. Hari-hariku berlalu begitu saja, menampung lelah yang tak selalu terlihat, dan pertanyaan tanpa jawaban yang terus menghantui kenapa dunia ini tak selalu berpihak pada mereka yang berjuang paling keras? Aku merangkai kekuatan dari serpihan kehilangan, menenun harapan dari kegelapan yang pekat. Aku berdiri, walau rapuh, karena menyerah bukanlah bagian dari ceritaku. Perjalanan ini belum selesai, dan aku tahu, langkahku harus terus berlanjut, meski dunia kadang membelakangi dan meninggalkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines