Ketika Cinta Berlabuh Dihati Yang Salah

Ketika Cinta Berlabuh Dihati Yang Salah

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 2, 2020
Amel adalah seorang gadis cantik, dengan perawakannya yang mungil. Dia adalah seorang Ibu Rumah Tangga, yang harus banting tulang untuk mencukupi segala kebutuhan anak-anaknya. Tanpa lelah, ia bertekad untuk terus berjuang demi anak-anaknya. Semangatnya tidak menyurutkan keinginannya untuk terus berjuang. Apapun akan dilakukan demi melihat buah hatinya bahagia. Walaupun harus mempertaruhkan nyawanya, ia tak peduli.
All Rights Reserved
#160
perjuanganhidup
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Being a Good Papa [ End ]
  • Mentari Tanpa Sinar
  • Seorang Amelda
  • Rahasia di bawah Bulan
  •  SINAR SETELAH KEGELAPAN YANG PANJANG
  • Pain(t)ed Heart
  • Suamiku Ketua Rohis
  • cerita diatas kanvas
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun

Apa penyesalan dalam hidup yang pernah kalian alami? Kalau Arthan ditanya seperti itu, maka dia akan menjawab ; Menjadi pria yang tidak berguna, sekaligus ayah yang gagal. Setidaknya Arthan ingin sekali dalam hidupnya, dia melakukan hal-hal yang membuat keluarganya bahagia. Namun, hidup yang hanya sekali itu, dia habiskan untuk hal-hal yang sesat. Berjudi, mengabaikan anaknya setelah ditinggal mati oleh istri, dan terlilit hutang hingga rentenir terus berdatangan. Lantas, pada malam dia dikejar oleh rentenir dan anaknya, Alberix, disandera oleh rentenir, Arthan tertabrak truk dan tubuhnya terhempas begitu saja di aspal, hingga aspal itu digenangi oleh darahnya yang menyebar kemana-mana. Malam dimana penyesalan terus berdatangan. Lalu, dengan begitu saja, Arthan menutup mata dengan perasaan bersalah yang menumpuk di dalam dada. Hingga ketika ia membuka mata, bukan alam Barzah lah yang ia lihat, tetapi wajah anaknya yang datar saat sedang melakukan sarapan bersama. Arthan spontan menyeletuk, "Alberuk?" Alberix langsung bombastic side eyes. "Alberix, pa. Not Alberuk, apalagi beruk."

More details
WpActionLinkContent Guidelines