Say "NO" [NA JAEMIN]

Say "NO" [NA JAEMIN]

  • WpView
    Reads 790
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Sat, Jul 4, 2020
WpInfo
Fanfic
NCT
Hannyoung High School--, merupakan sekolah ternama yang berlokasi di Gangdong-Gu, Seoul. Bukan hanya itu, Sekolah ini juga memiliki reputasi yang sangat tinggi di daerahnya, karena untuk bisa bersekolah di sana bukanlah suatu hal yang mudah. Harus melewati tes yang super ketat agar bisa masuk, dan biasanya hanya 30% kemungkinan murid pintar yang akan berhasil diterima. Ae-Ri cukup paham akan hal itu, yang tidak dia mengerti adalah mengapa alasan Beom-Seok---, ayahnya. Selalu memaksa dirinya untuk mengikuti tes yang diadakan oleh sekolah tersebut, tepat di hari setelah pesta kelulusan smp nya berakhir. Di tahun kedua, Ae-Ri mulai menyadari mengapa ayahnya rela membiarkan gadis remaja nya jauh dari keluarga. Bersekolah di tempat asing, dan hanya sesekali di kunjungi ketika hari libur tiba. "Bertahanlah sebentar, ayah akan memulihkan keadaan", Kata-kata itu, adalah alasan awal Ae-Ri menderita. Karena bisnis ayahnya, gadis berusia 18 tahun itu harus menanggung segalanya. Ae-Ri harus bersedia menjadi tutor sempurna untuk "Putra" rekan kerja Oh Beom-Seouk. Kecerdasan, sikap lembut, dan tingkat kesabaran yang dimiliki adalah kunci utama untuk menghadapi sikap arogan tuan mudanya. "Jangan ikut campur sama hidup gue, karena yang lo butuhin cuma uang kan?" Na Jaemin---, cowok yang sangat ingin Ae-Ri benci di muka bumi.
All Rights Reserved
#1
bersenang-senang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • It's Always Been You✔️
  • Definitely Yours
  • Renjana [COMPLETED]
  • Cold-Hearted Crush! - Jeno & Yeji
  • Mommy Eisa; Asami
  • Thanks J | Lee Jeno ✓
  • Crush Code •hyuckren [complete]
  • Daddy-able | Jung Jaehyun ✓

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?

More details
WpActionLinkContent Guidelines