Happy With(out) You [on Going]

Happy With(out) You [on Going]

  • WpView
    Reads 359
  • WpVote
    Votes 154
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 27, 2020
Aku sangat senang dapat membanggakan kedua orang tuaku dengan lulus disekolah ternama berbasis semiliter. Namun aku tak menyangka kehidupan di sekolah ini sangatlah berat. Kehidupan yang penuh dengan kegiatan fisik ini membuatku stress serta kelelahan di setiap harinya. Ditambah lagi diriku sangat sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar terutama antarteman. Ingin rasanya mengundurkan diri dari sekolah tersebut. Namun semua keluh kesah itu hilang seketika saat aku bertemu sosok panutan yang hebat. Dia kak Dhoni. Senior satu tingkat di atasku. Aku mengaguminya. Ingin rasanya selalu berada didekatnya. Karena dengan kehadirannya aku begitu bahagia. Namun dia sama sekali tak tahu itu. Aku sadar dengan posisiku. Aku hanya seorang junior biasa. sedangkan dia senior yang luar biasa. mustahil aku bisa dekat dengannya. Aku takut jika nanti dia menghilang dari sekolah atau bisa dibilang dia telah lulus, Apa aku bisa bahagia disekolah ini tanpa kehadirannya? haruskah aku merahasiakan ini selamanya atau memberitahukan ini semua? Happy reading ;)
Public Domain
#367
belajar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ReinSheria [COMPLETED]
  • ARGALAND
  • °♡Introvert Girl♡° | End✔|
  • CLOSER
  • DEAR "SECRET LOVE"
  • Vera Life Story [Completed]
  • PROM NIGHT HIGH SCHOOL [END]
  • You Are My Destiny
  • Semu [Completed]
  • Restu Tuhan

Gue adalah anak bungsu dari dua bersaudara antara gue dan kakak. Gue memiliki keluarga yang sangat gue sayangi dan gue cintai terutama ayah gue. Entah kenapa, seiring berjalannya waktu terjadi banyak hal menimpa keluarga ini. - - Negara ini menjadi kenangan yang mengenaskan bagi keluarga gue. Sejak saat itu, gue merasakan kesedihan melanda keluarga gue. Gue berharap, gue nggak akan kembali kesini. - - Cewek itu tiba tiba datang dalam kehidupan gue. Dengan wajah polosnya, dia selalu menjadi teror buat gue. Mungkin karena gue yang tidak bisa membuka hati padanya. - - Selama bertahun tahun ini gue meninggalkan segalanya. Tetapi keadaan dan sikap tidak merubah semuanya. HAPPY READING! JANGAN LUPA VOTE DAN COMMENTNYA YA🙌

More details
WpActionLinkContent Guidelines