Cinta Yang Tak Terbalas

Cinta Yang Tak Terbalas

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 3, 2020
Hay nama gue Friska Kaila Indira gue terlahir dari keluarga Indira yang terkenal kaya raya, papa gue bernama Azri Indira sedangkan mama gue bernama Danita Julia. Gue punya kakak yang bernama Gilang Putra Indira. Mereka selalu sayang banget sama gue, gue selama ini selalu di manja oleh mereka dan setiap keinginan gue selalu terpenuhi oleh mereka. Gue sekolah di Sekolah Internasional yang baru gue duduk di bangku kelas 12 SMA, kakak gue sekarang udah Kuliah disalah satu universitas terkenal, ia udah Semester 2, dan papa gue kesibukan nya mengurus Perusahaan Indira Company miliknya sendiri dan papa gue selalu pergi ke luar kota dan jarang pulang karena kesibukan nya yang tidak bisa di tinggalkan, sedangkan mama gue kesibukan nya mengurus butiknya Indira Boutique.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • My Brother
  • DIA milikku BUKAN milikmu
  • Adira
  • Tentang Ashel
  • KELAS DUA BELAS XII [FREGIT]
  • Kekayaan Membawa Sengsara

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines