IGAUAN LUKA

IGAUAN LUKA

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 2, 2020
Sebuah pesan yang terpasung dalam kegilaan angan-angan tak ubahnya doa yang semakin lama mengendus luka dengan begitu dalamnya membuat raut wajah yang dulunya sumringah kini menggambarkan tangis yang teramat dalam. Ada ambisi yang lusuh sebelum datangnya perjuangan, ada sayatan yang tak sempat terbungkus ratapan, bahkan asa yang tak pernah diijinkan membuka jendela tak ubahnya nelayan yang terjebak dalam angin besar tengah samudera. Sampai saat dimana hati berteman, bercerai, bahkan menjadi budak nafsu sekalipun, aku tak dapat hilangkan kebodohan yang sampai saat ini masih sering aku ratapi (kepergian tanpa permisi). Sebab penolakan dari rasa yang belum sempat terproklamirkan menjadikan aku seolah aktor tanpa skenario sehingga pada akhirnya aku hanya bisa menjadi wayang penuh tawa yang menangis dibelakang layar.
All Rights Reserved
#8
igauan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cerita Rein (SUDAH TERBIT)
  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • Gamang
  • I Love You
  • Your Time Is My Time
  • KAMU YANG SANGAT AKU RINDUKAN
  • 31 Months for You (Revisi)

Ini patah yang sebenarnya patah, bukan sembarang di kata ini nyata luka yang benar-benar terluka. Tak sedikit aku menemui perpisahan tapi tidak pernah aku merasa begitu kehilangan. Sebenarnya aku ingin menjadi rumah tapi ternyata kau hanya singgah, dari kepergianmu aku berharap punya titik balik yang menuju padaku, berharap jika kau masih mengingat siapa aku. Banyak sekali suara yang saya dengar hingga hampir setengahnya memilih untuk membunuh rasa ini, mereka hanya tidak ingin mendengar cerita sendu dari diriku. Sekuat apapun aku berlari menjauh rupanya tetap kamu arah pulang ku, dirimu adalah porosku. kemanapun aku pergi dan di hati manapun ku singgahi sejatinya hanya pada dirimu aku jatuh dan kembali. Ketahuilah Tuan, Tentang hatiku yang begitu cepat mencintai dan pikiranku untuk jatuh padamu itu juga sulit di pahami yang seharusnya sadar diri aku malah gila mencintaimu tanpa ada kata berhenti. Pada Tuan September berkatmu aku punya oktober yang berantakan. Kepergianmu berhasil membuat pikiranku acak-acakan. Tapi, terimakasih, jika kita tidak ditakdirkan berpasangan mungkin kamu hanya sebatas pengalaman. Aku tulis kisahnya disini. Tidak ada maksud lainnya. hanya saja menumpahkan semua isi dalam hatiku itu akan membuatku lega, sebab aku tak mampu mengungkapkan langsung lewat mulutku. Cerita Rein, mungkin ada kesamaan kejadian atau yang lainnya itu hanya kebetulan karena ini adalah kisah fiksi remaja. Terimakasih.

More details
WpActionLinkContent Guidelines