Syubbanul Yaum

Syubbanul Yaum

  • WpView
    Reads 68,454
  • WpVote
    Votes 4,161
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 28, 2021
Lantaran jadi korban bullying di sekolah, Fahim meminta si Ibu memasukkannya ke pondok pesantren. Tak hanya untuk menghindari kebencian dan penindasan, Fahim ingin di sisa-sisa hidupnya, ia bisa berguna untuk kedua orang tuanya. Jika tidak di dunia, setidaknya di keabadian nanti. Fahim tahu, tidak ada sesuatu yang kebetulan di dunia ini. Sebab segala sesuatunya sudah terencana dalam alur cerita yang Allah tuliskan. Termasuk kepindahannya ke pondok pesantren yang kemudian mempertemukannya dengan Muhyi, sosok dengan sejuta pesona yang dalam pandangan Fahim selalu terlihat begitu mengagumkan. Tak hanya menawarkan sebuah pertemanan yang hangat, Muhyi pun menarik Fahim ke dalam bebagai macam konflik tak terduga. Serangkaian konflik itu perlahan menyeret Fahim pada kenyataan yang jauh lebih menyakitkan ketimbang bertahan dari penyakit yang dideritanya selama ini. Kenyataan itu adalah alasan kenapa selama ini ia harus menanggung begitu banyak kebencian. ------------------ Dalam tahap Revisi.
All Rights Reserved
#159
jantung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ananda✔️
  • Family Line
  • Holla, Hiper! (Complete)
  • Bad Girl in Pesantren (TAMAT) ✔
  • Back For Me (Completed)
  • Raga Arga  [Sudah Terbit]
  • About kevin (End)✅
  • Garvitara [END]
  • Juan [REVISI]
  • SUARA BIA (TAMAT)

[Brothership/Sicklit/Slice of Life] *** Nanda tak pernah menangis ketika teman-teman mengejeknya karena ia menduduki peringkat terakhir. Ia juga tak iri meskipun orang tuanya tak pernah datang mengambil rapor ataupun menghadiri perpisahan sekolahnya. Nanda pun tak pernah ambil pusing jika para tetangga mengatainya anak kurang didikan, bodoh, ataupun hal lain yang menyakiti hati. Akan tetapi, jika dunia tak adil pada mamanya, Nanda akan sangat marah. Seperti permata berharga, Nanda amat menghargai dan mencintai mamanya. Sejak seorang pria menghancurkan hati mamanya, Nanda tak mempercayai pria manapun lagi. Baginya, ia saja cukup untuk membuat Mama bahagia. Hingga suatu hari, seorang kakak kelas menawarkan padanya untuk menjodohkan Mama dengan seorang pria. Awalnya Nanda menolak dengan keras, tetapi hal besar datang dan menyadarkan Nanda bahwa; Mama harus tetap bahagia baik dengan maupun tanpa dirinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines