Thorny Flower ( Flower series 1) -Complete-

Thorny Flower ( Flower series 1) -Complete-

  • WpView
    Reads 5,646
  • WpVote
    Votes 270
  • WpPart
    Parts 41
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Apr 13, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Stigma dunia mengatakan laki-laki adalah mahluk paling kuat, paling berkuasa, sangat pintar dan mungkin daftar panjang lainnya. Tetapi pernahkan kamu menyadari bahwa Wanita memiliki lebih dari hal-hal tersebut. " Aku tidak menyetujui apapun dengan paksaan, tubuhku adalah milikku sendiri. Mereka tidak bekerja berdasarkan perintah orang lain tapi aku sendiri " - Caramia _ Cerita ini akan berlanjut menjadi 3 series 1. Thorny Flower 2. Keeping Flower 3. Flawless Flower ( Finale ) Cerita ini berisi konten dewasa, mohon pilih dengan bijak ceritamu .. :) If you enjoy this story, you can put some vote and comment in the page comment . thank you :)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Unpredictable Love
  • The True Queen ✔
  • The Devil Possession ✔ [SUDAH TERBIT]
  • BAD LIAR (Completed)
  • Bunga Untuk Felysia (TERBIT)✔ {#1. KENDRICK SERIES}
  • The Deepest Love
  • Felicia, My Darling! [TAMAT]

WARNING: Beberapa chapter terdapat adegan dewasa. Harap lebih bijak dalam membaca. Lili, hanya seorang gadis sederhana yang manis dan pendiam, tidak memiliki riwayat pacaran. Meskipun begitu, ibu nya selalu menyuruhnya untuk segera mendapatkan kekasih. Namun Lili terlalu pemalu, dia sama sekali tidak memiliki keberanian untuk mendekati pria. Dan entah bagaimana, seorang pria mulai mengganggunya. ----------------------------------------- Rendra tertawa kecil, suaranya terdengar berat dan penuh godaan. "Jika kamu yang berinisiatif menciumku, aku akan pergi." Lili menggigit bibirnya, tangannya gemetar hebat. Matanya yang basah oleh air mata menatap Rendra dengan gugup dan takut. Hening sejenak. Napasnya tersengal ketika ia akhirnya mengumpulkan keberanian, mengangkat sedikit tubuhnya, lalu berjinjit untuk mengecup pipi pria itu. Namun, sebelum bibirnya sempat menyentuh kulitnya, Rendra sudah lebih dulu meraih tengkuknya, menariknya erat ke dalam dekapannya. Tanpa memberi kesempatan untuk mundur, ia menuntut lebih menyapu bibirnya dengan ciuman yang panas dan mendalam. Suara Rendra terdengar serak di antara napas yang memburu. "Bagaimana mungkin aku bisa melepaskanmu setelah dirimu sendiri yang memberikannya padaku, hm?" ---------------------------------------

More details
WpActionLinkContent Guidelines