Masa Lalu yang memburu

Masa Lalu yang memburu

  • WpView
    Reads 252
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 27, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Setelah banyak kisah yang Rayyan dan Reina lalui, setelah banyak kenangan yang mereka miliki, setelah tiga tahum mereka bersama, setelah itulah mereka berpisah, setelah itulah mereka tak lagi saling menyapa. Entah kenapa Rayyan meninggalkan Reina tanpa sepatah penjelasan. Dia hanya meninggalkan sebuah kalimat yang membuat Reina sedih. Dia hanya bilang "memang kita ini apa sih Rei? " Wow, setelah tiga tahun. Bukan waktu yang singkat. Setelah itu tak ada lagi yang berarti, segalanya telah sirna dan pergi. Rupanya berat bagi Reina melupakan sosok Rayyan yang hampir sempurna dimatanya. Terlepas dari kalimat terakhir yang Rayyan ucapkan. Reina tetap mencintainya. Terlalu banyak, iya terlalu banyak kebahagiaan yang mereka rangkai. Tapi, sekarang semua itu hanyalah masa lalu. Masa lalu yang tak akan pernah terulang. Masa lalu yang tak akan pernah kembali. Karena setelahnya, masa lalu hanya bisa dijadikan pelajaran. Pelajaran hidup yang tak akan pernah terlupakan. Bahkan tak akan pernah bisa. Hanya tentangmu, Rayyan.
All Rights Reserved
#103
terlupakan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jovanka dan Abang Kembar
  • Promise
  • What Is The Meaning Of Waiting? -END-
  • Collateral Hearts - LingOrm ( END )
  • Berbahagialah Dengan Rumah Barumu
  • Complement Of My Life (END)

Hendra dan Narendra Dewantara terlahir dengan beban yang tak mereka mengerti. Sejak kecil, mereka harus mendengar bisikan-bisikan bahwa mereka adalah anak pembawa sial. Namun, di balik semua itu, mereka masih memiliki kasih sayang dari kedua orang tua mereka-setidaknya hingga bayi kecil itu lahir. Jovanka, adik bungsu mereka, hadir ke dunia dengan membawa perubahan besar. Kehadirannya mengubah segalanya. Orang tua mereka, Dewantara dan Cinthya, yang dulu begitu menyayangi mereka, perlahan menjauh. Semua perhatian, semua kasih sayang, semua harapan yang dulu diberikan untuk mereka, kini hanya tertuju pada satu sosok-Jovanka. Hendra dan Narendra tumbuh dengan kebencian yang tak mereka pahami. Bagi mereka, Jovanka adalah alasan mereka kehilangan orang tua. Bayi mungil itu adalah penyebab semua kehancuran. Maka, tanpa sadar, mereka ikut menjauh. Mereka membiarkan adik mereka tumbuh sendirian dalam dingin, tanpa pelukan hangat seorang kakak. Namun, waktu mengajarkan mereka banyak hal. Perlahan, kebenaran terungkap. Luka yang selama ini mereka kira milik mereka saja, ternyata juga terukir dalam diri Jovanka. Dan saat mereka menyadari itu, sudah terlambat. Adik mereka telah berjalan terlalu jauh dalam gelap, terjebak dalam luka yang tak pernah mereka lihat. Kini, di antara penyesalan dan keinginan untuk menebus segalanya, Hendra dan Narendra berjanji. Mereka tidak akan membiarkan Jovanka menghadapi semuanya sendirian lagi. Tidak peduli berapa banyak duri yang harus mereka lalui, tidak peduli seberapa terlambat mereka menyadarinya-mereka akan memastikan adik mereka tidak lagi merasa sendirian. Namun, apakah cinta dan penyesalan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah terukir begitu dalam? Ataukah semua ini sudah terlambat? Karena tak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk melindungi, pada akhirnya hanya ada satu pertanyaan yang harus dijawab: apakah seorang pangeran yang telah kehilangan mahkotanya masih bisa menemukan rumahnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines