Ailaz
  • WpView
    Reads 192
  • WpVote
    Votes 75
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 23, 2020
kekita kita telah berada di posisi dimana kita merasakan kenyamanan dekat dengan seseorang, memiliki rasa ketertarikan kepada seseorang dan perjuangan lah yang harus kita lakukan untuk mendapatkannya. Aku seorang yang tak pernah merasakan ketertarikan terhadap lelaki harus menyangkal tentang perasaan dan juga rasa ketertarikanku kepada seorang lelaki yang lebih dewasa di bandingkan dengan ku. (aileen). aku akan memperjuangkan mu dan bantu aku untuk lebih lagi memperjuangkanmu dan buktikan bahwa kau pantas untuk di perjuangkan(azra)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • To Heal
  • Waktu?
  • yu n ai [ END ]
  • AREANO
  • Jangan Pergi [TERBIT]
  • kita yang berbeda
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Alea
  • Become an Extra or Main Character [END]
To Heal

Luka yang tak terlihat seringkali lebih menyakitkan daripada yang tampak. Alira hidup dengan dendam dan kebencian yang tak pernah padam, terutama kepada ayahnya-orang yang telah merenggut ibunya. Diasuh oleh keluarga yang memperlakukannya berbeda, ia tumbuh menjadi gadis yang dingin, keras, dan tak ingin bergantung pada siapa pun. Namun, segalanya berubah ketika Aidan kembali ke hidupnya. Sahabat kecilnya yang dulu ia anggap telah menghilang kini berdiri di hadapannya, membawa cahaya yang nyaris padam dalam dirinya. Aidan tak hanya ingin kembali berteman-ia ingin mengubah Alira, membuatnya percaya bahwa luka bisa sembuh dan masa lalu tak harus selalu menjadi beban. Tapi, bisakah seseorang benar-benar pulih dari luka yang sudah terlalu dalam? Ataukah Alira akan tetap terjebak dalam bayang-bayang masa lalunya? Di tengah konflik keluarga, geng sekolah yang menambah kekacauan, serta perasaan yang mulai berubah, Alira harus menemukan jawabannya sendiri. Karena terkadang, perjalanan untuk pulih justru lebih menyakitkan daripada lukanya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines