The Everlasting Edelweis

The Everlasting Edelweis

  • WpView
    LECTURES 424
  • WpVote
    Votes 60
  • WpPart
    Chapitres 13
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., juin 23, 2020
Ini adalah cerita tentang dua manusia yang ragu pada semesta. "Apa alasan kita dipertemukan?" . . "Berharap untuk menjadi pasangan," . . "Ataukah hanya sebagai pelajaran," . . "Dan berakhir dengan perpisahan." Selamat menikmati alur kisah Salshabila Azalea Wilhelmina dan Wisnu Aji Perwira.. . .
Domaine public
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • INDRA CINTA
  • || Takdir Dari Allah [REVISI]
  • 𝐓𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐓𝐞𝐦𝐮 || 𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠
  • Jejak Hati di Persimpangan Takdir
  • ANDAI AKU BISA
  • Senja Terakhir : Luminous
  • I Became The Protagonist Secretary (End)
  • Currents Of The Heart (Indonesia Ver)
  • Hening Yang Menyebut Namamu
  • Cerita Kita

INDRA CINTA ada untuk kita dan ia ada selalu bersama dengan kita. Cinta itu di mulai dari mata yang adalah jendela jiwa. Kita dapat melihat, mendengar, berkata dan lainnya untuk mendapatkan CINTA. Gunakan semua INDRA CINTA kita saat ini juga dan mulailah mendapatkan CINTA. Saat mulai melihat dengan mata dan mendengar dengan telinga. Sesungguhnya dimulainya rasa untuk mengagumi, itu adalah daya tarik cinta yang keluar dari insan manusia. Daya tarik yang melebihi magnet terasa erat sampai sulit untuk melepaskannya namun terasa berat saat berlawanan ketika cinta bertepuk sebelah tangan. Selanjutnya adalah ungkapan kata - kata CINTA yang terasa manis dan indah. Begitu lembut dan ramah membuat kita jadi bertambah suka. Namun pada kenyataannya cinta harus tumbuh dahulu dan terbangun lama, sehingga cinta menjadi kuat berdasar di dalam hati dan jiwa kita. Cinta itu layak menjadi bagian hidup semua manusia, walaupun itu karunia Tuhan bahwa seorang pria maupun wanita harus memperjuangkannya hingga menjadi harta yang terindah. Memilih hidup sendiri, tanpa menikah adalah pilihan namun mendapatkan pendamping sejati adalah impian yang menjadi kenyataan. Namun pada kenyataannya kita terkadang tak peka bahwa cinta itu ada di depan mata, sedekat sapa, semerdu suara, yang menjadikan hidup jadi lebih berwarna. Terimalah cinta, biarkan dia bersemi di relung hati dan terus menghiasi taman hatimu atau mulailah mencintai pasanganmu dan jangan mencoba menjauh darinya. TERUS BERSEMI DAN TAK LEKANG OLEH WAKTU, TERIMA KASIH CINTA. Karya : Izhak Jo & C4FUN&LEARN

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu