Boitsya

Boitsya

  • WpView
    Reads 1,613
  • WpVote
    Votes 107
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 19, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Semua orang pasti punya takut. Entah itu terhadap makhluk hidup ataupun benda mati. Ada pula seseorang takut dengan perasaan. Perasaan takut kehilangan atau perasaan takut meninggalkan Perasaan takut kehilangan semakin terpampang nyata di depan mata. Begitupun takut meninggalkan, sebelum waktunya meninggalkan datang, biar dia lakukan hal yang paling ia inginkan.
All Rights Reserved
#884
brokenhome
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Miracle of Survival [END]
  • One Soul, Two Bodies
  • IN
  • Memeluk Fajar [Terbit]
  • Garvitara [END]
  • Family Line
  • Tears of the Unspoken [END]
  • Yang Hilang (SELESAI)
  • their story

"Bahagia? Bahkan aku terlalu takut buat mikirin hari esok." Ucapannya lirih, tapi cukup menusuk di antara dinginnya malam. Matanya kosong, seolah raganya hadir di sana, tapi pikirannya tersesat entah ke mana. Sejak kecil, hidup tak pernah memberinya ruang untuk bernapas lega. Bahagia hanya terdengar indah di kepala orang lain, tapi tak pernah nyata dalam hidupnya. Terlalu banyak kehilangan, terlalu banyak luka, sampai ia kebal-bahkan pada harapan. Suara-suara yang tak bisa ia hentikan, bayangan-bayangan yang tak bisa ia usir; skizofrenia mengurungnya dalam dunia yang tak dipahami siapa pun, bahkan dirinya sendiri. Hari esok? Baginya, lebih menakutkan dari hari ini. Karena esok hanya menuntut satu hal: "Masih kuat, nggak?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines