AGORA
  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 18, 2020
"Jangan nunduk, nanti mahkotamu jatuh," Pepatah pernah mengatakan bahwa Damai dalam keindahan hidup adalah sinar matahari. Adalah senyum seorang anak, cinta seorang ibu, kegembiraan seorang ayah, dan kebersamaan sebuah keluarga. Aku tak sepenuhnya menyalahkan isi dari pepatah itu, hanya saja aku ingin memilikinya. Aku ingin merasakan tulusnya cinta dan manisnya damba dari malaikat tanpa sayapku. Aku ingin menyaksikan betapa gembiranya sosok pangeran tanpa mahkotaku datang dan mengajakku bermain hingga aku gembira dan ia ikut tersenyum. Dan sebagai hadiah aku ingin mencetak lengkung di sudut bibirku, memperkenalkan pada dunia bahwa aku memiliki inspirasi untuk mencapai impian, bahwa aku memiliki kenyamanan saat aku goyah, bahwa sejauh apapun aku pergi aku tak bisa lepas dari mereka. Tapi apa? Aku hanya bisa tersenyum pada dunia dan mengatakan bahwa aku baik-baik saja.
All Rights Reserved
#80
shool
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Is LOVE
  • Strong Girl [TELAH TERBIT]
  • Secarik kertas usang
  • Self Injury's(complete)✔
  • Mental Disease
  • Angelina (BERALIH KE WEBNOVEL)
  • Kamu [SELESAI]✔
  • Behind The Smile (TERBIT)
  • Hi Crush! (udah selesai)
Is LOVE

Apa itu cinta? Apa dia berwujud? Atau tidak? Kenapa jika mencintai seseorang harus jantung yang merasakan debarannya. Tetapi... jika terluka bukan hanya jantung yang tersakiti, namun hatipun ikut juga merasakannya. *** Debaran jantungku terasa begitu kencang saat seorang siswa laki-laki dengan aura ketampanan yang mampu membuat para siswi diSMA-nya berteriak mengaguminya. Dia jatuh hati terhadap siswa laki-laki itu. Dia selalu berada dibelakang laki-laki itu seperti penonton yang membawa poster besar sambil berteriak mendukung kesuksesan dalam pertandingan itu. Aku ingin menghampiri dia. Tetapi... aku takut kalau dia bukan malah menerimaku tapi malah menghujaniku dengan semua hinaan pedas yang keluar dari mulutnya. Ya, memang aku tau posisiku di sini. Gadis berkaca mata dengan bermodal baju kebesaran yang ditemani rok SMA-nya yang ikut juga kebesaran. Culun, cupu, kuper, dan sangat dekil. Bagaimana tidak dekil. Rambut yang seperti jarang ditata alias semrawut kalo orang jawa bilang dan juga, sepatu yang usang. Sungguh pas jika ia pantas diasingkan oleh siswi-siswi lainnya. Hufttt.... Helaan nafasku dengan mulai memundurkan gerak kakiku ke belakang untuk segera pergi dari hadapan keramaian siswi-siswi lainnya yang mengagung-agungkan laki-laki yang membuatnya jatuh hati. 'Menyukainya dan dibalas rasaku memang tak pantas untuk kugapai. Mungkin dengan mengaguminya dari belakang sudah cukup pantas bagiku.' -IS LOVE

More details
WpActionLinkContent Guidelines