JOOCKAR

JOOCKAR

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 4, 2020
Joockar Ada nama panggilan Dari Seorang Pria Yang Bernama "Joo Karen" Knp Bisa Dipanggil Joockar? saya juga tidak tahu karena saya hanya mengarangnya:) Suatu Ketika Joockar Sedang Mendekati Seorang Wanita Bernama"Ima" Dan saat mereka berhadapan selalu ada percakapan ini. Joockar "Mau Ngapain?" Ima "Ga ngapa²in" Joockar "Terus Ngapain Ngajak Kesini?" Ima "Cuma Iseng aja" Joockar "Kok Kamu Keringetan?" Ima "Em... Engga papa" Joockar "Sampe Keringat dingin amat sih ketemu sama w owkowkwok" Ima "Njehh" Joockar "Liatin Aja tuh Sampe keringet dingin,udh mah badannya Gamau diem gerak gerakan terus" Ima "Biji matamu pecah,W nahan boker cuk:(" Joockar "Wuahahahaha" Ima "Udh lah pulang w udh ga tahan" TAMAT!! So temen temen itu hanya hiburan buat WP pertama gua,dan kalo memang kalian ga terhibur ya bodoamat. dan itu gua ngarang sendiri Karena Ima itu adalah IMAJINASI:) SEE YOU
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TIME will TELL {On Going}
  •  The Secret Of Love(lingorm)
  • Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End)
  • Meng!
  • Komedi cinta [Tahap Revisi]
  • Should be Remember
  • About time [TAMAT]
  • Learning in Progress (Boboiboy x Yaya)
  • Save and Protect
  • A tale's about earth emotions [Nameless]

"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡

More details
WpActionLinkContent Guidelines