Story cover for Kenzie by Bakso_enak
Kenzie
  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Feb 04, 2020
"Seperti kutub magnet utara yang akan tarik-menarik dengan kutub selatan, begitulah cara kerja hukum alam. Yang berbeda, harus disatukan."  ~Shania. 

"Manusia adalah makhluk sosial. Makhluk yang suka saling menergantungkan. Jadi wajar kalo ada cowok yang ketergantungan sama cewek, bukan berarti mereka bakalan saling tarik-menarik kayak magnet."  ~Kenzie 

Ilmu IPA dan IPS dari dulu tidak akan pernah bisa disatukan. Seperti pendapat kedua pelajar itu tentang pasangan. Mereka memiliki pendapat yang berbeda melalui teori kelasnya. 

Shania kelas 11 IPA 1 dengan kepintaran dalam fisika dan biologinya, lalu ada Kenzie kelas 10 IPS 1 dengan kepintaran sosiologi dan ekonominya. 

Keempat pelajaran itu memang memiliki beberapa kesamaan. Seperti biologi dan sosiologi, kesamaan dalam mempelajari makhluk hidup. Namun, anak IPA mempelajari bagian organnya. Sedangkan anak IPS, cara berinteraksinya. 

Ditambah lagi Kenzie adalah adik kelas yang sangat bobrok dan brutal. Itu membuat Shania pusing sendiri menghadapinya. 

Dan ... dari sekian banyaknya perbedaan yang mereka miliki dari berbagai pandangan, siapa sangka mereka akan memiliki minat yang sama dalam eskul musik? 

Penasaran kelanjutannya? Baca aja! 


************** 

Diharapkan untuk membaca dulu baru vote.
All Rights Reserved
Sign up to add Kenzie to your library and receive updates
or
#38biologi
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Kandang Setan: Reborn cover
KEIYANA (END) cover
GALASKY ✅ cover
GAYA TOLAK-MENOLAK [TAMAT] cover
Ketua OSIS vs Ratu Asbun (HARQEEL) [END] cover
IPA & IPS (COMPLETE) cover
IPA & IPS (TERBIT & SUDAH DISERIESKAN) cover
IPA & IPS cover
IPA vs IPS [BOYLOVE] cover

Kandang Setan: Reborn

12 parts Ongoing

Kelas XII IPS 3 punya reputasi turun temurun yang nggak bisa dihapus: Kandang Setan. Julukan yang nempel karena kelas ini selalu dipenuhi murid paling ribut, paling susah diatur, dan paling banyak drama. Capek jadi sorotan negatif, sekolah ambil langkah drastis: acak ulang murid dan satukan si 'anak baik' dengan si 'anak nakal' dalam satu kelas. Kedengarannya gila? Memang. Tapi dari kegilaan itu, pelan-pelan tumbuh sesuatu yang nggak pernah diduga. Di tengah ribut-ribut kelas, gombalan absurd, sampai debat receh yang nggak penting, mereka mulai saling kenal... dan saling jaga. Bukan cuma soal nilai dan tata tertib, tapi soal belajar tumbuh bareng-bareng. Karena kadang, di tempat paling nggak terduga, kamu bisa nemuin versi terbaik dari diri kamu sendiri. Dan mungkin, keluarga yang nggak sedarah-tapi sehati.