Love Rhapsody

Love Rhapsody

  • WpView
    Reads 125,544
  • WpVote
    Votes 4,874
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 27, 2021
Demi mendapatkan kembali cintanya, Raphael rela menjadi pasien Athena yang kini sudah menjadi seorang psikolog. Mengambil risiko orang lain akan menganggapnya stres, bahkan gila. Athena menerima Raphael secara profesional meski akhirnya pria itu mengacaukan sesi konseling mereka. Satu yang selalu diingat Athena, Raphael bukanlah pria lajang yang bisa dipilih untuk menjadi seorang suami. Bagaimana Athena menghindari pesona Raphael jika pria yang dikenal sebagai dokter jantung itu justru berada di sekelilingnya setiap hari. Mampukah dia menemukan cinta lain atau justru terjebak dalam jerat asmara bersama Raphael yang makin memesona dalam kematangan usianya? 04.09.2021 #1 psikolog
All Rights Reserved
#59
raphael
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [End] Behind The Heart
  • (End) Ketika Hanya Hati yang Saling Bicara
  • Istriku Pemain Game Online (END)
  • ANNA & LUKE (END)
  • Janji Kedua
  • I'll Always Be Your Guardian Angel
  • Displacement [END]
  • PAGAR TUHAN [TERBIT]

[Romance] Follow dulu, baru dibaca. Avram Gian Pradipto -Dokter dengan tingkat kegagalan operasi 0%- Wanita itu melihatku tajam. Tanpa rasa terkejut, maupun cemas. Sebaliknya, ia balik tersenyum dan menunjukkan raut lega. Lalu pelan, bibirnya mulai berucap, "Tidak, terima kasih. Tapi, aku tidak ingin sembuh. Jadi, dok ... biarkan aku tetap sakit dan meninggal pada akhirnya." Galiya Mira Tabitha -Pasien dengan tingkat keinginan mati 100%- Pria itu melihatku bingung. Penuh rasa khawatir dan takut. Ia bertindak seakan dirinya adalah pasien dan aku sebagai dokternya. Lalu cepat, suaranya mulai kembali terdengar, "Saya tidak mengerti. Kenapa ... kenapa kamu bisa memiliki pikiran seperti itu? Kematian bukan sesuatu yang mudah. Dan saya ... saya tidak akan membiarkan kamu untuk meninggal. Tidak akan pernah." Bagaimana jadinya, jika seorang dokter yang selalu ingin menyelamatkan nyawa seseorang, bertemu dengan pasien yang tidak ingin diselamatkan? Akankah tercipta sebuah pengertian? Atau justru membentuk sebuah akhir menyedihkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines