Dua Puluh Empat Dua

Dua Puluh Empat Dua

  • WpView
    Reads 112
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Wed, Feb 5, 2020
Siapa bilang 'cinta itu indah'? Lucu sekali saat seseorang mengelu-elukan cinta seolah esok ia akan tetap bahagia. Karena bagi Tamara Djeandraena, tidak ada yang lebih sialan dari panah cinta Dewa Eros. Melesat sesuka hati. Tanpa mau menoleh padanya yang jatuh hati lalu patah hati pertama kali. Bahkan para pujangga konyol itu ikut berpartisipasi pada hal tabu ini. Setiap hari Tamara bertanya-tanya, 'mengapa' dan 'kenapa'. Tapi hingga detik ini, pertanyaan-pertanyaan itu terbengkalai tanpa temukan satu titik terang. Tamara Djeandraena. [ [ C E R P E N ] ] ▪ Murni hasil karya sendiri✔ ▪ Dilarang keras menjiplak/meng-copy segala yang tercantum dalam cerita ini⚠️ ▪ Tempat, nama, dan waktu sesuai imajinasi.
All Rights Reserved
#980
youngadult
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DiaNda (END)
  • YOU
  • DAREL (END)
  • BENCI MENJADI CINTA [SELESAI]
  • [End] Behind The Color
  • Antara Aksara dan Kata
  • HOLD ON
  • Romansa Mayor [ TERBIT ]
  • BROKEN

Kisah cinta mereka tida biasa. Harus saling berjuang untuk mempertahankan. Disaat cinta mulai tumbuh di antara salah satunya, kenapa selalu saja ada satu insan yang tidak menyimpan rasa lebih dari seorang teman ataupun musuh? Seperti seorang perempuan bernama Diandra Seirian Adeline, dia tidak mudah mencintai, tidak pernah mencintai, dan sulit untuk mencintai. Hatinya sangat dingin, sampai tidak ada seorangpun yang dapat memecahkan kesepian di dalam hatinya, belum ada yang mampu menembus melewati kutub utara yang dia buat sendiri. Sedangkan seorang Daren Seiisylt Aaron, dia tidak pernah berhenti mencoba, berawal dari rasa penasaran, hingga tumbuhlah cinta tanpa diminta. Perlahan cinta itu mulai merasuk ke dalam dirinya, secara perlahan, tapi semakin menusuk saat tau yang dia cintai tidak mencintainya kembali. Cinta merasukiku, lalu kenapa dia sendiri yang hilang tanpa permisi Apakah setiap pertemuan selalu ada perpisahan? Jika iya, maka ajarkan aku untuk melupakan Agar saat aku mencintai, aku tidak akan takut kehilangan Dan aku akan mengajarimu tentang perjuangan Agar bintang tidak berusaha untuk tetap berkilau sendiri Setidaknya jadilah bulan yang menemani saat gelap menerjang terang. **** ~RezaNa

More details
WpActionLinkContent Guidelines