Story cover for Dia by PendriSetiawan
Dia
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Feb 05, 2020
pagi ini terasa cerah aku berangkat sekolah sperti biasa singkat certa aku sudah klas 12 dan aku menemukan seseorang yang bisa mengerti akan perasaan ku sebut saja dia si dede ya dulu aku biasa mangil dia dede karena dia adik klas ku lama lama kami sering chatan hingga dekat aku ingin selalu menghabikan waktu ku dengan nya selama ini kmi fine" saja tapi lama" dia berubah setan apa yg merasukinya hingga dia berubah dan dia berkata hidup ku bukan tentang mu rasanya jantung ku sekan berhentik berdetak dia mungkin skrang melupak ku tapi aku tak bisa melupakanya selamanya aku bingung apa yg membuat pikiran ku ter gila" padanya
All Rights Reserved
Sign up to add Dia to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Embun Pagi by BagasYeni
12 parts Complete
Namaku Anahita Embun Prasetyo, aku hidup dalam keluarga kurang mampu yang memiliki seorang ayah penerima jasa antar jemput cuci kendaraan dan seorang ibu rumah tangga yang sangat penyayang. diusiaku yang masih menginjak 12tahun aku dituntut untuk mandiri dalam segala hal. tidak seperti selayaknya anak berusia belasan tahun yang masih memiliki kesempatan bermain dan bermanja-manja. bahkan aku terkadang merasa iri melihat teman-temanku yang bisa bermain dan terpenuhi keinginannya, seperti memiliki sepedah, boneka, dan peralatah sekolah yang layak. sedangkan aku yang setiap harinya sepulang sekolah selalu membantu ibu menjajakan kue nya keliling kota. aku yang menginginkan sesuatu harus dengan bekerja dahulu sebelum mendapatkannya terkadang merasa dunia ini sangat tidak adil, terkadang aku berfikir kenapa semua ini terjadi kepadaku, kenapa hanya keluargaku yang tuhan hukum atas kemiskinan. tapi walau begitu aku tidak pernah ingin berputus asa, karena ibu selalu berkata jika kita ikhlas dengan cobaan yang tuhan berikan maka sedikit banyak masalah yang kita hadapi pasti akan ada jalan keluarnya, rezeki dan nasib seseorang sudah diatur sedemikian rupa oleh tuhan. dimana kita yakin bahwa suatu saat akan ada masanya kita menjadi orang sukses dan menjadi orang yang beruntung. setiap kalimat yang ibukku katakan aku jadikan sebagai motivasi diriku agar kelak aku dapat menjadi orang yang berhasil dan membahagiakan mereka. meskipun sekarang banyak sekali cacian dan makian orang yang selalu merendahkan kami, tapi aku tetap berteguh pada tekadku untuk mengejar cita-citaku. aku ingin sekali menjadi seorang penulis karya yang dikenal banyak orang dan sukses, aku ingin dari hasil kerja kerasku mampu mengangkat derajat keluarga kami agar tidak ada lagi yang menghina dan merendahkan kami.
You may also like
Slide 1 of 8
𝐎𝐀𝐒𝐈𝐒 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐈𝐊𝐈𝐒?  cover
Diam-diam aku Suka DIA || ooh Sehun cover
Denial  cover
sahabatku cinta pertamaku cover
Embun Pagi cover
life, promise and love cover
"Ketua Osis Terkutuk" cover
Amika [CERPEN] SELESAI✓ cover

𝐎𝐀𝐒𝐈𝐒 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐈𝐊𝐈𝐒?

54 parts Ongoing

senapati van der veen tak pernah mengira bahwa hari pertamanya di sekolah baru akan menjadi awal dari mimpi buruk yang nyata. semua tampak biasa saja-hingga ia menyadari sesuatu yang mengerikan: bayangannya telah menghilang. di sekolah ini, para murid hidup dalam keheningan yang tidak wajar, seolah ada sesuatu yang menahan mereka. para siswa baru dipaksa menandatangani sebuah perjanjian, tetapi tak ada yang benar-benar memahami konsekuensinya. bisikan-bisikan samar, lorong-lorong yang terasa lebih panjang dari seharusnya, dan tatapan kosong para murid lain membuat senapati semakin yakin-ada sesuatu yang mengurung mereka di sini. bersama natalie zhukova, seorang gadis yang tampaknya mengetahui lebih banyak dari yang ia katakan, senapati mulai mengungkap rahasia kelam sekolah ini. jiwa-jiwa yang terperangkap, janji-janji palsu akan kebahagiaan, dan sosok yang pernah ia kenal-kakaknya sendiri, maheswari van doorn veen. tetapi untuk membebaskan mereka semua, senapati harus menghadapi kebenaran yang jauh lebih mengerikan: siapa sebenarnya yang mengendalikan sekolah ini? dan apa harga yang harus ia bayar untuk melarikan diri? "di sekolah ini, kau bukan hanya seorang murid. kau adalah bagian dari sesuatu yang lebih besar. dan begitu kau masuk... kau tidak akan pernah keluar dengan cara yang sama."