JAWOH
  • WpView
    Reads 117
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 8, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Hujan perlambang sebuah kesedihan langit. Ia menjerit dengan petir yang setia. Hasil karyanya udara yang sejuk, yang memukau mereka yang merasakannya. Mengalahkan ketakutan akan dentuman petir menggilla. Seperti halnya hujan dan petir di hati Dya. Sebuah pagar hatinya atas apa yang terjadi pada keluarganya. Kepedihan akhirnya perlahan menemukan obatnya, sekaligus menemukan pujaan hatinya. Keluarga yang hancur membuat hidupnya bagaikan langit yang hitam pekat pasca hujan. Hatinya mengizinkan Dya merasakan kenyamanan, melabuhkan hatinya pada pemuda desa semacam tama. Namun tubuhnya tak lagi mampu bertumpu pada kakinya sendiri. Ada apa dengan Dya? Bagaimana keadaannya? Hujan memberikan pertanda ketika ingin menjatuhkan setiap butir airnya. Namun, hujan tak akan berbicara kapan dia akan berhenti. Jadi kita tidak akan pernah tahu bagaimana akhir dari pelabuhan hati Dya. Seperti halnya air hujan. Akan mengalir mengikuti jalan yang sudah di tentukan. ~Winda Agustina~
All Rights Reserved
#29
dya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lihat Angkasa, Bunda.
  • Rembulan Yang Tertinggal Di Wajahmu (Tamat)
  • Rumah Untuk Lingga (Completed)
  • About You
  • IT'S YOU { END }
  • Narendra | Versi II End
  • Sama tapi Berbeda [END]
  • Malvian (On Going)
  • Rintik Hujan
  • SASTRANAGARA [END]✔

Angkasa harus menjadi Alaska setiap hari demi bundanya yang depresi. Alaska yang merupakan saudara kembar Angkasa itu hilang karena suatu insiden dan belum ditemukan hingga kini. Angkasa harus selalu bekerja demi pengobatan sang bunda dan dirinya sendiri. Mengapa begitu? Karena Ayahnya telah meninggalkan keluarganya. Harapan Angkasa hanya satu, yaitu Alaska kembali. Dengan begitu, mungkin saja bundanya bisa sembuh. Ia benar-benar ingin Alaska kembali, karena Angkasa tak tahu sampai kapan jantungnya masih bisa berdetak. "Bunda, ini Angkasa, bukan Alaska." "Bunda, tolong panggil aku Angkasa sekali saja." Angkasa selalu ingin mengucapkan dua kalimat tersebut, tapi ia selalu diam karena tak ingin melihat bundanya sakit. <><><> Selamat datang di kisah seorang Angkasa Raga Galenza. LET'S PLAY THIS STORY^^ Start : Rabu, 27 April 2022. Finish : - <><><> *SEMUA ADEGAN, KEJADIAN, ALUR, TOKOH, ITU MURNI IMAJINASI PENULIS.* *JANGAN PLAGIAT KALAU MAU SUKSES*

More details
WpActionLinkContent Guidelines