CEO My Arrogant Husband [Revisi]

CEO My Arrogant Husband [Revisi]

  • WpView
    Reads 4,848
  • WpVote
    Votes 170
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 25, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Takdir memberikan mereka pada kehidupan yang rumit dan penuh intrik.Arvan dan Alea memberi sebuah pelajaran dalam cerita ini. Bahwa mencintai tidak harus memiliki. Cinta bukan sekedar mempertahankan dan memperjuangkan,tapi cinta juga merelakan dan mengikhlaskan. Mengorbankan satu kebahagian untuk kebahagiaan lainnya. **** Arvan menjepit hidung Lea gemas, "Ya nyambung dong sayang,gimana?" "Terserah kamu saja,lagipula tidak bulan madu juga tidak masalah" jawab Lea seadanya,karena memang Lea tidak mempermasalahkan hal itu. "Chicago!" seru Arvan. "Kenapa?ada apa dengan negara itu Van?" tanya Lea penasaran . Arvan terkekeh geli,"Tempat bulan madu kita nanti say- arrgh" Arvan mengusap rambutnya,rasanya perih ternyata istrinya menjambaknya dengan kuat tadi. "Aku gak mau!" seru Lea garang. Arvan duduk disamping Lea,"Kenapa gak mau?kita bisa refreshing nanti disana" ucapnya sempari nengerlingkan matanya. "Arrghh sakit sayang,suka banget ya jambak rambut aku!" teriak Arvan. "Refreshing apa,yang ada aku dikurung di kamar sama kamu nanti!pokoknya ga mau titik!" Arvan meringis merasakan nyeri di kepalanya karena jambakan dari istrinya,ia tersenyum kecil menatap punggung Lea yang sudah memasuki rumah. **
All Rights Reserved
#636
twice
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kesempatan Kedua
  • DIVIDED LOVE
  • Two Wedding
  • ICE BOY (SUDAH TERBIT)
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Eonni ✅
  • Be Yours
  • Feeling (Jjk - Iny) [Complete]
  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • Crazy Marriage

"Tolong, beri aku kesempatan ke-dua Rei." Pinta Elyas dengan penuh harap. "Hahahaha." Bukannya menjawab atas pertanyaan dari sang suami, Reina justru tertawa mengejek. "Kesempatan ke-dua untuk apa El? Kesempatan ke-dua agar kau bisa melukai diriku lagi? Kesempatan ke-dua agar kau membuat diriku membencimu lagi? Atau kesempatan untuk air mata ku lagi?" Tanya Reina dengan linang air mata tanpa memandang wajah Elyas. Elyas menunduk dan menggeleng pelan. "Tidak untuk kesempatan agar ku bisa melukai kamu lagi, tidak pula kebencian yang akan ku torehkan, tidak juga dengan air mata yang kau titihkan atas kesalahan ku. Beri aku kesempatan untuk membahagiakan kamu di dunia dan di akhirat ku." "Jangan beri aku harapan lagi El, jangan buat aku terbang setinggi angkasa aku takut akan kau jatuhkan kembali ke inti bumi." Jawab Reina melirik sedikit wajah Elyas. "Beri aku keyakinan darimu lagi untuk yang terakhir kali." Wuahahaha🤣aku paling gk bisa bikin diskripsi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines