Sebening Cinta Allah

Sebening Cinta Allah

  • WpView
    Reads 2,805
  • WpVote
    Votes 153
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 1, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Mahasiswi kedokteran yang bekerja untuk sementara menjadi perawat di Rumah Sakit Islam kini sedang menghadapi skirpsi nya, Namun siapa sangka dosen pembimbingnya adalah Dokter yang ia benci di Rumah Sakit. "Lah ko bapak dosenya?" ucap Nasya "Memangnya kenapa? Gaboleh !" ucap Azzam sang dokter 'Dasar dokter aneh' grutu Nasya dalam hati. Cinta Nasya ke mas Azzam itu kaya sebening cinta Allah ke Nasya loh tapi ga lebih dari Cinta Nasya ke Allah hehehehe. -Happy reading teman-teman semoga suka dengan ceritanya 🐧😊 -Maaf bahasa non baku -tolong dipahami saya juga masih penulis awam yang gabisa apa* saya juga butuh bimbingan yang banyak, tolong jika ada kesalahan gausah segan-segan untuk menegur saya kalau itu baik saya akan terima🙏
All Rights Reserved
#23
tulisanku
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love In Profession[End]
  • Be My Medicine [REVISI]
  • Mencintai Takdir Allah [ON GOING]
  • 𝙼𝙰𝙽𝚃𝚄-𝙰𝚋𝚕𝚎✔
  • Life With My Lecturer [republished ]
  • CINTA DI LANGIT DUA ARAH (END)
  • DOSEN BUCIN - (TAMAT)
  • AKSARA Garis Pertemuan
  • Discovery Of Love (Completed)

-Cerita ringan dan enggak berbelit,semoga suka -Belum di Revisi Cut Syifa Azzahra adalah seorang mahasiswi kedokteran yang terpaksa harus berhenti mencapai impiannya dan menjadi guru di sebuah desa kecil yang jauh dari hiruk pikuk kota lalu bagaimana kah pertemuan nya dengan seorang Dokter Muhammad Alzam yang menjadi relawan saat desa yang ia tempati sedang mengalami bencana alam ___ "ya allah , saya tidak punya hak untuk memarahi dokter, saya hanya mengingatkan, saya juga pernah telat tapi tidak marah saat di tegur" zara berjongkok untuk mengikat tali sepatunya yang lepas, dengan mulut tidak hentinya mengoceh "Pokok nya kamu memarahi saya zara! hati saya benar benar sakit" seperti biasa dengan tampang sok sedih dan satu tangan mengelus dada "sekarang apa lagi yang mau kamu lakukan? oh, saya tau, sepertinya kamu mau saya mati dengan tidak memberi saya makan pagi dan siang" zara menghela nafas pelan, mengumpulkan ogsigen, mengumpulkan ogsigen sebanyak banyaknya, rasanya beban hidupnya akan bertambah sekarang. oh tidak melainkan sejak kemarin

More details
WpActionLinkContent Guidelines