Bitter Scar

Bitter Scar

  • WpView
    Reads 467
  • WpVote
    Votes 58
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadComplete Sat, Sep 19, 2020
Aku Lunatriya fernita, Aku anak sulung dari 3 bersaudara. Aku hanyalah gadis yang tak akan pernah menganggap keluarga itu adalah Kenyamanan. Temen ku beranggapan bahwa Keluarga adalah orang yang selalu ada buat kita,Orang yang selalu di samping kita mau itu sedih ataupun bahagia.Setiap orang pasti ingin merasakan kasih sayang dari sebuah keluarga,pelukan hangat dari seorang ibu. bahkan semua orang merasakan seperti itu.Tapi tidak dengan Aku, Aku beranggapan bahwa keluarga hanyalah luka yang pedih. Gadis yang berumur 16 tahun itu tidak bisa sama sekali merasakan kehangatan dari keluarganya.9 tahun ia berusaha untuk menguatkan dirinya,Hanya senyuman dan tawa yang Ia tamparkan ke seluruh orang. Luka ku emang pedih,9 tahun aku rasakan,tapi kebahagiaannku akan selamanya, Sungguh aku mencintainya❤. -LUNA - BITTER SCAR-
All Rights Reserved
#263
badgirl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • ELVANO
  • The Best Of Miracle
  • Mentari Tanpa Sinar
  • Rumah Kedua
  • Surat Dari Isi Hati Arluna (End)
  • Aleysha Please Don't Go!
  • MISELLA
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines