Hurt Love [TaeRin]

Hurt Love [TaeRin]

  • WpView
    Leituras 2,304
  • WpVote
    Votos 441
  • WpPart
    Capítulos 14
WpMetadataReadMaduroEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, set 4, 2020
Kisah seorang gadis culun yang terobsesi dengan seorang lelaki tampan yang terkenal di penjuru sekolah mereka dulu saat SMA.Banyak sudah tekanan yang didapatkan gadis tersebut saat masa sekolahnya dan memutuskan untuk berubah dengan pindah ke luar negri sekaligus melanjutkan pendidikan.Tapi,tak sampai disitu penderitaan yang dialami nya ia harus menghadapi masa lalunya lagi saat kembali ke negara asalnya. "Kumohon maafkan aku.." "Ucapan mu tak merubah luka di hatiku selama ini pria brengsek!!"
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Don't Talk About Money
  • DIFFERENT SIDE (TaeRin) - Season 1
  • mianhae, saranghae [selesai]
  • about we
  • Mantan Tapi Menikah [END]
  • LOOK AT ME [KTH]
  • Tuan Muda
  • APOLOGIZE
  • 《Segitiga》-end

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo