Benci tapi Mau?

Benci tapi Mau?

  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 14, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Kehidupan Lisa berubah 180° saat dia mulai bekerja di salah satu perusahaan dan bertemu Akash--sang direktur kejam--menurutnya. Terlebih, sang pangeran masa lalunya kembali hadir menguak kisah lama di antara mereka. Akankah Lisa mampu bertahan dengan sikap otoriter Akash sebagai atasannya dan bagaimana dia menghadapi masa lalunya bersama sang mantan?
All Rights Reserved
#965
kocak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Perfectionist BOSS!
  • My, Oh My! [END]
  • Office Hours
  • Positif Cuek 100% (SELESAI)
  • EX-HUSBAND (TAMAT)
  • Falling for Weird Boss
  • Boss Galak  & Sekretaris Badung [TAMAT]
  • Resign From You
  • Tasha! (A Sequel of Pakdhe!)
  • GOODBYE BOSS, HELLO HUSBAND!!! ♡SELESAI♡

Project #StrongWoman Cover by @MissAnggy Tubuh Resya mendadak kaku, memperhatikan seorang wanita yang sedang bergerak maju mundur di bawah meja, sementara si pria duduk diam di atas kursi. Kesialan dalam hidup resya dimulai sejak kejadian malam itu. Resya yang harusnya menjadi asisten desainer harus terima nasib, ketika Bos yang terkenal perfeksionis itu mengubah jabatannya menjadi asisten pribadi sang Boss. Kemalangnya bertambah, saat Resya tahu bahwa boss nya adalah pria yang tertangkap basah melakukan sesuatu dengan seorang wanita malam itu. Ketika si boss mulai menekannya dengan pekerjaan berat dan kontrak kerja yang mengingatkannya akan kredit ponsel. Resya bergerak menentukan hidupnya. Bagaimana nasib Resya? Akankah ia bertahan dengan pekerjaan barunya, atau memilih resign dengan mengganti uang ganti rugi yang cukup besar. Copyright by DhetiAzmi Repost cerita The Devil Boss ganti judul jadi Perfectionist Boss.

More details
WpActionLinkContent Guidelines