Our Dream

Our Dream

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 6, 2020
Rena Azzura,perempuan berusia 21 tahun,yang memiliki body goals dan yang tak kalah menarik paras nya yang relatif cantik,ia anak kost-an di sekitar universitas gadjah Mada dan tentunya ia pun kuliah di UGM Yogyakarta,ia dikenal sebagai mahasiswi yang cantik,mandiri,dan cerdas. Hari hari tanpa kulineran bagi seorang Rena tidak Afdhal,apalagi jika tidak ada yang mau menemaninya kulineran,untung saja teman baiknya yang selalu menemaninya kapanpun jika Rena ingin kulineran,tepatnya arash selalu ada disaat Rena membutuhkan bantuan. "Eh,Rash cobain deh enak banget nih aaaaa," ucapnya sambil menyodorkan makanan ke dekat mulutnya yang Ia tawarkan kepada arash. "Ogah,mulut lu bau,gw juga punya kali yeeee,mau tau gak nama makanan ini?,ini tuh namanya sate kere." Ujarnya sembari memberi tahu kuliner yang sedang mereka makan. Rena terlalu asik melahap kulinernya sehingga ia tidak mendengarkan apa yang diucap barusan oleh Arash sedangkan,Arash hanya cemberut kesal karena Rena tidak mendengarkan nya,saat sedang berjalan di trotoar Arash teringat sesuatu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Don't Talk About Money
  • Gossip Us - Go Ship Us
  • KKN: Kena Karma Naksir
  • Lena The Troublemaker
  • COME BACK
  • Dilarang Jatuh Cinta | 00l nct dream x aespa ft. Johnny
  • ARAKHA
  • KKN || Winrina ✔

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines