Story cover for Why we met ? : Question by DeliaVachi
Why we met ? : Question
  • WpView
    Reads 648
  • WpVote
    Votes 66
  • WpPart
    Parts 10
  • WpHistory
    Time 1h 5m
  • WpView
    Reads 648
  • WpVote
    Votes 66
  • WpPart
    Parts 10
  • WpHistory
    Time 1h 5m
Complete, First published Feb 06, 2020
Cinta adalah hak semua orang. Mencintai bahkan dicintai.Dua orang yang memiliki perbedaan yang jelas namun mereka terlihat sama di pertemukan. Masa kecil yang sulit dikarenakan perbedaan dan pertentangan  dari satu pihak. 
~Keyla gadis kecil yang sangat dingin bertemu dengan Anpan seorang laki-laki yang mempunyai ambisi kuat di masa depan. Perjalanan masa kecil yang unik ketika sebuah hubungan bertahan hampir 10 tahun sejak saat itu. "Cinta persahabatan"

Mereka dua kutub magnet yang berbeda namun tak bisa lepas satu sama lain.

NB: (nama tokoh didalam cerita bukan nama tokoh yang asli. Hal tersebut untuk menjaga privasi dari pihak yang bersangkutan karena kisah ini adalah kisah nyata)



#Bulletproof ㅂㅌㅅ
#RealStory
All Rights Reserved
Sign up to add Why we met ? : Question to your library and receive updates
or
#25dramatique
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Past and Present - Original story cover
Dante, My Angel Eyes cover
Banda-e-Momin cover
MAGICAL LOVE cover
THE JOURNEY OF LIFE AND LOVE "Story behind Je's Feeling and Thoughts" cover
loveholic cover
Mutiara ✔ [Completed] cover
LOVESICK cover
Untitled Dream cover
Wajah Bumi cover

Past and Present - Original story

29 parts Ongoing

Lelucon macam apa ini, Tuhan? Kenapa setelah delapan tahun, Kau kembali mempertemukan kami? Kenapa disaat aku mulai melupakan dia? Dia masih sama, bahkan bertambah tampan. Dengan bahunya yang tegap dan dadanya yang bidang. Dia masih sama. Suka sekali menggoda ku. Suka sekali melihat aku malu. Suka sekali melihat ku marah-marah. Laki-laki ku yang manis dan ramah telah berubah menjadi pria dingin tak berperasaan. Dan saat aku mendengar suaranya, aku tahu bahwa semuanya tidak lagi sama seperti dulu. -Alexis Rima Wijaya Aku tidak tahu takdir seperti apa yang Kau tuliskan untukku. Aku tidak tahu kenapa setelah delapan tahun berlalu, Kau kembali mempertemukan kami. Memposisikan dia sebagai sekretaris ku, memungkinkan aku untuk selalu melihatnya. Dia masih sama, bahkan bertambah cantik. Dengan rambut coklat nya yang bergelombang dan senyum manis yang selalu terukir diwajahnya. Dia masih sama. Bahkan caranya merona malu saat ku goda. Caranya berbicara dengan ku saat sedang marah. Gadis kecil yang manis telah berubah menjadi wanita dewasa dengan segala pesonanya. Dan saat aku tahu bahwa aku tidak pernah melupakannya, aku sadar bahwa kenyataan membuat semua tidak lagi sama seperti dulu. -Ferdinand Surya Sumirat