Setitik Air  Mata Untuk Cinta

Setitik Air Mata Untuk Cinta

  • WpView
    Reads 3,704
  • WpVote
    Votes 190
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 2, 2020
Riana & Dewa🌹 Riana wanita tulus yang mencintai suaminya berusaha membuat Dewa sadar dengan obsesinya yang gilanya. Segala cara dia lakukan untuk menyadarkan Dewa. Hati dan batinnya selalu tersiksa menerima perlakuan yang diberikan Dewa kepadanya. Tapi dia tak menyerah. Tentu saja, sekeras apapun hati suaminya pasti akan luluh dengan perhatian yang dia berikan Kepada Dewa. Harapannya satu, Dewa bisa melupakan obsesinya dan mencintai Riana. Hidup dengan dengan cinta yang sebenarnya dari suaminya. ****** "Selamanya aku akan tetap mencintai dia. Cinta ku hanya untuk dia. Bukan kamu." - Sandewa "Tidakkah kau lihat aku tulus mencintaimu." -Riana
All Rights Reserved
#398
rumahtangga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Hottest Daddy [Hottest Series#3]
  • SewaPacar.com
  • Affair with My Husband's Brother
  • SERENADA BIRU (End)
  • Terlanjur Mencintai || SUDAH TAMAT
  • SHOCKING PREGNANCY
  • Dia Jodohku?  [End]
  • Meraih Cinta Suamiku
  • Perempuan Kedua (TAMAT)
  • The Blooming Lady [completed]

[ SELESAI • Mature Romance 21+ ] *** "Oke," Dia menarik napas panjang. Wajahnya memerah ketika aku mengutarakan apa yang terjadi padaku. "Jadi, mau kamu apa?" Sekarang, aku mengenyit bingung mendengar pertanyaannya yang terkesan aneh. Memangnya apa yang aku mau selain dia menikahiku sebagai rasa tanggung jawabnya sebagai seorang cowok? Kemudian dia menggeleng pelang. "Kalau kamu minta dinikahi, aku nggak bisa," ucapnya tegas. Membuatku sedikit terperangah. "Umurku masih muda dan nggak mungkin juga kalau aku nikahin kamu sedangkan aku belum punya kerjaan atau penghasilan sendiri. Emangnya kamu mau dibiayain apa sama aku dengan kondisiku yang sekarang?" "Aryan..." Aku sampai nggak bisa berkata-kata mendengar ucapannya barusan. Dia nggak mau menikahiku padahal sekarang aku tengah mengandung anak hasil perbuatan bodoh kami yang entah sengaja atau nggak, tapi dia mengeluarkannya di dalam. "Ini anak kamu, Ar." "I know right, Ayu," desahnya pelan. Sesekali mengacak-ngacak rambutnya dan menggeram penuh frustrasi. "Tapi, aku nggak bisa nikahin kamu, Ayu. Aku bisa tanggung jawab, tapi nggak dengan nikahin kamu." *** #3 Hottest Series

More details
WpActionLinkContent Guidelines