Bacotan si "Ar"

Bacotan si "Ar"

  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 9, 2020
Hi, gue Ar, gue perempuan normal seperti pada umumnya. Tapi gue jelek dan gue jomblo. Gue tahu itu melanggar hukum alam karena gue telah membeberkan identitas. Tapi enggak apa gue bahagia karena bisa jujur dengan keadaan gue. Cerita ini seperti judulnya, hanya berisi bacotan gue yang membicaran topik-topik yang ada disekitar. Atau sisanya berisi keabsud-an hidup gue. Cerita ini murni kisah dan hasil pemikiran gue. Kalau ada yang mau berdiskusi tentang topik yang gue bahas, bisa gabung. Atau buat lo yang cuma bosen sama cerita romansa yang ujungnya udah bisa lo tebak, dan lagi pengen ngetawain hidup orang tapi takut dosa, bisa juga mampir. Gue udah kasih izin buat lo gibahin hidup gue di group chat whatsup keluarga lo. Gue Ar, salken. Thank you
All Rights Reserved
#12
diskusi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Number You Are Trying to Reach is Not Reachable
  • Still You (Completed)
  • Couple Youtuber
  • Thats my Love
  • RAVASYA [END]
  • Gue Jadi Istri Muda ?
  • Full Of Scratches
  • PERCAYA? [END]
  • Sebuah Rasa

Katanya, aku genius dan hidupku kelewat serius. Padahal aku tidak merasa seperti itu. Oke, aku memang pernah menggelar pentas tunggal dari drama Shakespeare yang semua dialognya kuubah sendiri jadi bahasa Jawa waktu aku kelas lima SD. Waktu kelas empat SD, aku selesai menghafal seluruh isi KBBI. Aku bisa berbicara dalam bahasa Sansekerta dan memahami isi prasasti semudah orang-orang memahami isi majalah. Koleksi piala dan medali olimpiadeku (baik akademik maupun non-akademik) mungkin lebih banyak dari jumlah perempuan yang dilirik Zeus. Aku masih kelas sepuluh, tapi aku sudah iseng-iseng ikut beberapa TO SBMPTN, dan dapat nilai paling tinggi di antara anak-anak kelas dua belas. Dan banyak hal lainnya. Tapi menurutku, masih banyak hal yang belum kulakukan. Dan aku selalu merasa tidak puas kalau belum mencoba hal baru. Aku selalu penasaran. Namun, tidak pernah terpikirkan olehku, bahwa suatu hari, akan ada seseorang yang berkata bahwa aku harus mencoba jadi cewek normal. Jangan terlalu serius. Katanya, jadi remaja normal itu asyik. Nah, sudah kubilang kan, aku selalu penasaran? --- #10 in Teen Fiction [23/07/16] [cover by me + prohngs lol]

More details
WpActionLinkContent Guidelines