We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Bacotan si "Ar"

Bacotan si "Ar"

  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 9, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Hi, gue Ar, gue perempuan normal seperti pada umumnya. Tapi gue jelek dan gue jomblo. Gue tahu itu melanggar hukum alam karena gue telah membeberkan identitas. Tapi enggak apa gue bahagia karena bisa jujur dengan keadaan gue. Cerita ini seperti judulnya, hanya berisi bacotan gue yang membicaran topik-topik yang ada disekitar. Atau sisanya berisi keabsud-an hidup gue. Cerita ini murni kisah dan hasil pemikiran gue. Kalau ada yang mau berdiskusi tentang topik yang gue bahas, bisa gabung. Atau buat lo yang cuma bosen sama cerita romansa yang ujungnya udah bisa lo tebak, dan lagi pengen ngetawain hidup orang tapi takut dosa, bisa juga mampir. Gue udah kasih izin buat lo gibahin hidup gue di group chat whatsup keluarga lo. Gue Ar, salken. Thank you
All Rights Reserved
#6
bacot
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Full Of Scratches
  • M E M O R Y  (On Going)
  • PERCAYA? [END]
  • Memories in Moon
  • Thats my Love
  • Naughty Nanny
  • Still You (Completed)
  • BarraKilla
  • Tingkat Tiga
  • Kisah Asmara Kaum Rebahan Vs Tukang ngambek

Jangan lupa vote yaaa! 🤗 Karena dukungan kalian begitu berarti buatku!🤗 ________________________________ Takkan pernah terbayangkan sebelumnya jika kehidupan yang digariskan oleh Tuhan ternyata se-pelik ini. Ia bahkan merasa masalah sangat senang menghinggapi dirinya. Ia hanya bisa berharap akan ada secercah cahaya yang membawa harapannya mengudara bersamaan dengan teka-teki dalam hidupnya dapat terpecahkan. * * * "Saya akan pastikan bahwa seluruh anggota keluargamu akan menanggung akibatnya! Saya bersumpah!!" _ "Manusia mana yang tidak takut mati?" _ "Sebelum pergi, aku hanya ingin mengungkap satu hal agar aku bisa pergi dengan tenang. Hal yang membuatku begitu penasaran setengah mati. Tolong izinkan aku ya tuhan... " _ "Aku hanya ingin tahu kebenaran seperti apa dibaliknya, bukan membuka luka lama. Karena bagaimanapun, luka sudah menjadi teman dalam hidupku sejak kejadian itu. Jadi, meski luka lama itu dibuka atau tidak, aku sudah terluka dengan hebat." _ "Terima kasih telah mengajarkan ku apa arti hidup itu. Aku tidak menyesal dan aku bahagia..." * * *

More details
WpActionLinkContent Guidelines