RINDU
  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 7, 2020
 Mengaduk kopi, melawan sepi, dalam untaian musik yang berkisahkan tentang patah hati, kusedu kopi dengan perasaan sedih karena rindu yang tak kunjung terobati. Malam semakin menampakan gelapnya, bintang pun keluar dari kediamannya. Keramaian tak membuatku peduli, karena imajinasi liarku semakin menjadi, berkat secangkir kopi yang tersaji. Menghadirkan wajahmu dalam jarak yang sangat dekat, dan membiarkan rindu lepas dalam cumbuan yang begitu hangat. Seolah kopi pun berbicara bahwa hanya itu yang mampu ia perbuat Menyampaikan perasaan di setiap tegukan, rasa pahit yang mengantarkan pada cerita manis, juga warna hitam pekat yang menggambarkan bening nya kehidupan di masa depan. Adalah ciri khas yang membuatku lebih memilih kopi untuk melepaskan rindu. Karna aku tau untuk hanya sekedar bertemu denganmu itu bukanlah hal yang mudah, dan aku jadikan kopi sebagai alasan dari itu.  Kelak kita benar-benar akan menikmati kopi di kedai yang sama, di meja yang sama. Dengan aroma dan rasa yang juga sama. Dan akan aku ceritakan betapa setiap saat, Di kedai ini, dan dengan kopi ini. Aku selalu Merindukan mu~~
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Elegy
  • The Coffee Crush
  • Caramel Macchiato
  • Mencintai dalam diam
  • Honey Cake
  • Cafein Love | JAKE enhypen [ END ]
  • UNREQUITED LOVE
  • Flat White Coffee: Arisugawa Dice
  • Dear Rasa [11/END]
Elegy

Natyara dan Renaldo mencintai kopi. Namun elegi dan kopi selalu menjadi hal yang berdampingan, dimana ada hal yang menyakitkan selalu ada hal yang pahit. Ketika mereka sadar akan perasaan mereka, mungkinkah rasa cinta mereka sama seperti kecintaan pada kopi? Karena kisah mereka pun sama seperti kopi, pahit dan manis menyatu, lalu meninggalkan kesan dalam di mulut. Copyright © 2014 by sabilagustian

More details
WpActionLinkContent Guidelines