BEHIND ME IT'S YOU

BEHIND ME IT'S YOU

  • WpView
    Reads 405
  • WpVote
    Votes 53
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 10, 2020
"Kamu sangat memperdulikannya tapi kenapa kamu justru ingin membunuhnya?" tanya Daffa Davani tersenyum miring, memandang Daffa sejenak kemudian memalingkan wajahnya sembari memainkan pisau di tangannya. "Karena itu yang diinginkan Davina. Lebih baik aku melihat dia mati daripada melihat orang lain menyakitinya. Mungkin, ini satu-satunya cara adil untuk kami berdua karena aku akan mati bersamanya." "Tapi, apa kamu tidak ingin melihat Davina bahagia?" "Sejak lahir dia tidak pernah bahagia, orang tuannya saja tidak bisa membahagiakannya. Apa lagi kamu? Apa kamu seyakin itu?" Davani menatap tajam Daffa, seluet matanya sangat mengerikan seolah menyiratkan sesuatu menakutkan dari balik senyumnya. "Davina itu bodoh, dia tidak bisa melakukan apa-apa pada orang-orang yang menyakitinya. Dia hanya bisa bersembunyi, karena itu aku diciptakan." Lanjutnya lagi Daffa menarik telapak tangan Davani, "kamu dan Davina itu satu, aku mencintai kalian berdua. Jadi, aku tidak ingin kalian mati melainkan aku ingin kalian berdamai agar kita bisa hidup bahagia bersama." "Apa berdamai yang kamu maksud adalah membunuhku dan membiarkan Davina hidup?" "Sudahku bilang, Davina dan Davani adalah satu. Kamu adalah Davina, Davina adalah Davani." Davani mengerarkan pisau di genggamannya, "kamu salah. Kami berdua berbeda, jika aku mati maka Davina juga akan mati." .... Copyright©️AyouustoriespinkyJuli2020
All Rights Reserved
#123
baru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cava's Melodic Heartbeat
  • Gravity
  • Vericha Aflyn ✔️
  • Mendadak dijodohkan dengan CEO Tampan
  • Give Me Your HUG(END)✅
  • DAVINARA
  • Stuck With You | ON GOING
  • LOVE BETWEEN WARSZ
  • Aksara Lingga
  • Please, Love Me (END)

"Mungkin cinta sama cowok yang enggak sesuai tipe kita bakal lebih seru" ♡♡♡ Clavelina menjalani hidupnya dalam ritme yang tertata, dipenuhi oleh keanggunan balet dan keheningan yang menenangkan. Setiap hari ia menari, melukis mimpinya dalam setiap langkah lembut yang membuat jiwanya terasa utuh. Namun, dunia Clavelina yang harmonis mulai terusik ketika hadir sosok River, lelaki tongkrongan dengan senyum nakal, rokok yang tak pernah lepas dari tangannya, dan sikap menggoda yang seakan tak mengenal batas. Bagi Clavelina, River adalah badai yang mengacaukan keteraturannya; bagi River, Clavelina adalah tantangan yang memikat sekaligus membingungkan. Pertemuan mereka kerap diwarnai adu argumen dan benturan watak yang seolah tak mungkin menyatu. Clavelina merasa jengah dengan gaya hidup River yang sembrono dan berisik, sementara River tak habis pikir mengapa gadis ini begitu serius dan kaku dalam menjalani kehidupan. Namun, di balik semua pertentangan itu, terselip momen-momen kecil yang membuat Clavelina mulai merasakan getaran halus di hatinya saat River tersenyum tulus. River, di sisi lain, mulai menyadari bahwa Clavelina bukan sekadar gadis biasa; dia adalah seseorang yang diam-diam membuatnya ingin menjadi lebih baik. Seiring berjalannya waktu, dinding-dinding yang mereka pertahankan perlahan runtuh. River mulai melepaskan kebebasannya yang liar untuk seseorang yang membuatnya merindukan kedamaian, sementara Clavelina membuka hatinya untuk menerima keberanian dan warna baru yang dibawa River. Ini adalah kisah cinta yang terlahir dari pertentangan sempurna, yang membuktikan bahwa keindahan sejati kerap muncul di tengah perbedaan yang tampak tak mungkin dipertemukan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines