Bad Girls (On Going)

Bad Girls (On Going)

  • WpView
    LECTURAS 264
  • WpVote
    Votos 14
  • WpPart
    Partes 18
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, mar 4, 2020
Terkadang hidup itu tidak selalu manis. Ada sebagian orang yang hiduonya terasa manis, tetapi ada juga sebagian orang yang merasakan kepahitan hidup. Tetapi semua itu mengajarkan kita tentang arti dari Kesabaran. Mengerti tentang apa itu keikhlasan, serata mengerti apa itu arti bersyukur. Mungkin saat ini hidup kalian terasa manis. Tetapi tidak dengan gadis bernama Gilsha. Sedari kecil Gilsha tidak pernah merasakan apa itu rasa manisnya hidup. Yang ia tahu hanyalah apa itu rasa pahitnya hidup. Karna dia, selalu merasakan itu semua.
Todos los derechos reservados
#352
everglow
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Sudut Luka Nazea
  • STAR'SMOON
  • Stay With Me (Complete)
  • Debt of Desire (END)
  • The Devil's Love
  • " To Love ,To Lose "
  • YOU ARE THE ONE : "Maukah Kamu Menikah Denganku?"
  • Our Way

"ketakutan terbesar seorang anak adalah perpisahan orang tuanya. Kehilangan mama dan papa sama halnya dengan kehilangan seluruh napas. Enggak ada mama sama papa rasanya sunyi dan hampa, rasanya berkali-kali lipat lebih sakit dari apapun. Dunia juga terasa sudah tidak berarti." ~Queenza Nazea Azalea ˚₊‧꒰ა☁️☁️☁️໒꒱ ‧₊˚ Di ajarkan melangkah, meski tertatih-tatih dan berujung jatuh. Di latih menapaki tangga meski berulang kali terhenti karna lelah. Bagi nazea, hal yang paling menyedihkan adalah ketika dihadapkan dengan kehancuran keluarga. Nazea benci perpisahan. Karena nazea tidak suka di tinggalkan. Nazea benci sendirian, karena nazea kesepian. Namun, apa yang sudah retak, akan tetap pecah. Pada akhirnya, meskipun nazea tidak suka, nazea harus menerima. Ada yang mengangkat tangan tinggi-tinggi seraya menjerit tak sanggup, ada yang menyembunyikan kepedihan sekuat mungkin sembari terus menerus mengulas senyum. Karena hanya diperuntukkan dua pilihan, bertahan atau menyerah? Atau lebih tepatnya, mampukah berdiri di atas ubin keikhlasan? "lagi, dunia kembali mempermainkan hidupku. Namun, sampai kapan?"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido