We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Ferdian "Want me to kill you'

Ferdian "Want me to kill you'

  • WpView
    Reads 155
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 11, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Dari semua kalangan cogan di smanidy ini yang aku harapkan hanya Kak Dian. Walaupun saat dekat dengannya aku selalu gugup dan juga malu. Baru sebulan ini aku sekolah di smanidy. Aku termasuk pindahan karena Papa selaku menjadi guru di pindah tugaskan di Yogyakarta. Dan aku, kak Disya, sama Mama harus iku pindah juga. Ardha Silvia nama yang diberikan kepadaku oleh Papa dan Mamaku. "hey anak mama jangan mainan api ya!!" teriak mama sewaktu aku kecil dulu "iya maaf,ma. Tadi kak Disya juga main kok ma" jawabku "karena kakak sudah besar adek!" sahut kak Disya "kalian jangan ribut dong" teriak papa di ujung ruangan. Ya begitulah sedikit masalalu ku dengan keluargaku. Ferdian Ronaldho. Nama yang indah bukan? Iya, dia kakak kelas ku di sekolahku saat ini. Smanidy. Dia termasuk cogan terkeren bagiku. Banyak sih emang cogan di sekolahku. Tapi yang menarik bagiku hanya kak Dian. Dia yang berambut panjang yang selalu membawa kamera membuatku luluh seketika. Dia juga masuk di organisasi OSIS samnidy. Dia disiplin banget, tapi dia sangat cool bagiku. Huff.. Kak Diannnnnn. Seketika aku ingin membunuhmu!"
All Rights Reserved
#11
ferdinand
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lean On Me (Bersandarlah Padaku )
  • Hidden
  • My Duchess / End
  • New Possessive Family
  • TAMARA
  • GARASYA [END]
  • DIA ADALAH NAJA
  • Psychopath & Gadis polos (Completed)
  • A For Z : Young Married [SLOW UP, CUTI LAHIRAN DULU GAES]

(18+ Rated for violences and harsh words - Rating 18+ untuk kekerasan dan ucapan kasar) Fendra, seorang montir komunitas motor yang berpengaruh, harus berurusan dengan cewek perfeksionis teman sekolah yang ternyata keponakan dari musuh besar kelompok mereka. "Gue cuma perlu bersabar delapan bulan lagi untuk keluar dari sekolah sialan ini. Kalau gue masuk terus dan ikut ujian, gue pasti lulus. Nggak penting nilainya berapa. Ijasah IPA atau IPS juga nggak ada bedanya buat gue. Ijasah itu keluar dari ruang kepala sekolah atau dari lubang toilet juga nggak ngaruh buat gue. Jadi, plis deh, ... bisa kan, lo nggak ngerecokin dan bikin hidup gue tambah ribet? (Fendra Aditama) "Pertama, Igo bukan om gue. Dia itu setan! Kedua, apa yang terjadi di rumah gue, itu semua bukan urusan lo. Dan ketiga, masalah lo sama Igo atau sama komunitas lo; temen-temen lo, geng lo, itu sama sekali bukan urusan gue. Ngerti nggak!... Jadi mau kalian keroyokan, bunuh-bunuhan, atau minggat ke neraka sekalipun, fucking Shit! Gue nggak peduli! Jadi minggat sono lo ke laut! " (Karima Basofyan) Mereka selalu saling menghindari, tetapi sesuatu selalu menarik mereka ke arah satu sama lain kembali.

More details
WpActionLinkContent Guidelines