The Den: Hope & Reality

The Den: Hope & Reality

  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 22, 2020
WpInfo
Fiction
Fantasy
Kota yang penuh dengan lampu, hologram, teknologi maju, dan puluhan bahkan ribuan fantasi manusia tentang masa depan menjadi satu di kota melayang ini. Namun, dibalik terangnya sebuah lampu, pasti tetaplah ada bayangan yang tak dapat terpisahkan. Itulah The Den, sebuah daerah kumuh yang penuh dengan kejahatan dan kegiatan kriminal. Namaku adalah Mina, aku seorang gadis bertelinga kucing yang menjalankan bisnis penjualan senjata ilegal di tempat itu. Dan inilah kisah hidupku di tempat yang disebut The Den itu dengan berbagai hal didalamnya. Hai semua, Aori-chan disini~ Ini novel pertamaku dengan genre sci-fi, slice of life, isekai, action dan fantasy. Author masih pemula, jadi, saran & masukan sangat Author apresiasi. Selamat membaca~ Pict diedit dari: https://hdqwalls.com/wallpaper/3840x2400/science-fiction-cyberpunk-futuristic-city-digital-art-4k
All Rights Reserved
#589
dark
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE VIP : GOLDEN HIGH SCHOOL
  • Halhort's Devil
  • Regulation of Vampire [END-Part Masih Lengkap]
  • Blue Trapped In BL Novel
  • (Crazy) Another Dimension (End)
  • War of The City
  • Dark Eyes - The Beginning of Evil
  • Akhir Dari Sebuah Novel
  • I became Grand Duke's Sister
  • Crown Prince and His Maiden

Sekolah. Sekedar- ladel atau judul untuk bangunan yang menjulang tinggi yang menerima ratusan remaja yang katanya menuntut ilmu pendidikan. Apa itu sekolah? Yang ia tahu tempat ini adalah jelmaan neraka yang menggerogoti jiwa pelan-pelan. "Lo!!! Benar-benar licik!!" Teriakan itu meledak ke udara penuh emosi yang tidak bisa di jelaskan. "Hahahaha." Tertawa menggema, palsu, dan nyaring. Tangan terangkat menghapus jejak air mata gaib, padahal tidak ada air mata yang turun dari netra cokelatnya, mata itu kering tangis itu hanya sandiwara. Tawanya padam secepat kilat, seketika wajah itu berubah serius, seolah tidak pernah mengenal tawa. "Thanks for the praising to me." Wajah yang tadinya tertawa ceria langsung tergantikan dengan wajah yang berubah dingin, bahkan aura mengintimidasi mencekam lawan. "Gue nggak suka basa-basi," katanya pelan tapi menusuk. "Keluar dari sekolah ini dan point lo untuk gue! Atau......." Senyumnya miring dan beracun terukir. "Scandal lo gue sebar," tersenyum smirk. Menatap wajah gadis di depannya yang sudah pucat. "Lo ngancem gue??" Sebisa mungkin siswi bernama Velena itu terlihat berani. Ia tidak mau kelihatan takut di depan gadis dengan tai lalat di ujung mata kanannya itu. "No!" "Hanya memberikan saran," ujarnya santai." Saran gue ini bagus, nyelametin lo dari rasa malu, kedepannya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines