[HUNRENE] : Mr. Suit and Tie

[HUNRENE] : Mr. Suit and Tie

  • WpView
    Reads 4,056
  • WpVote
    Votes 679
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 4, 2020
WpInfo
Fanfic
Red Velvet
Luca Ardito Prabantara, merupakan seorang Arsitek sekaligus owner dari Prabantara Company. Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Konstruksi dan Properti. Tampan? Jelas. Hot? Tentu saja. Kaya? Sudah pasti. Dan usianya yang tergolong muda sebagai seorang owner adalah nilai plus yang lain. Serena Elizalde, wanita cantik bertubuh mungil. Tipikal wanita yang selalu melakukan hal-hal yang ia sukai, termasuk dalam urusan pekerjaan. Ia memilih menjadi seorang Arsitek yang tentu saja sejalan dengan apa mau hatinya. Entah kebetulan atau memang Tuhan sudah menakdirkan pertemuan antara Luca dan Serena (lagi). Bisa jadi pertanda baik, bisa juga nantinya akan menjadi hal buruk. Pertemuan keduanya kembali menguak sebuah kisah masa lalu yang mungkin tidak pernah hilang dari memori mereka. Bisa jadi ini merupakan kisah klise, sudah terlalu sering dijumpai. Namun, ikuti saja kisah Luca dan Serena. Dua sejoli yang sama-sama susah move on.
All Rights Reserved
#184
boss
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SERA [SELESAI]
  • UNTOLD [COMPLETED]
  • [ Completed!] Let Our Hearts Decide ( Fanfiction )
  • We (You And Me)
  • Munchausen Syndrome
  • MY CEO ✓
  • Can I have u miss bae?

Sera adalah seorang asisten pribadi yang sempurna-cerdas, tenang, dan selalu tampil profesional. Ia bekerja untuk Shinta, CEO muda sebuah perusahaan lingerie eksklusif yang dikenal tak hanya karena kejeniusannya dalam bisnis, tetapi juga karena pesona dan kehidupan asmaranya yang rumit. Tugas Sera tampak sederhana: memastikan semua urusan Shinta berjalan lancar. Tapi dari hari ke hari, batas antara pekerjaan dan perasaan mulai kabur. Shinta menggoda-bukan dengan cara vulgar, melainkan lewat tatapan, kalimat ambigu, dan keintiman emosional yang membuat Sera terus bertanya-tanya: ini permainan, atau sesuatu yang lebih dalam?

More details
WpActionLinkContent Guidelines