We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Yang terlambat [puisi, prosa]

Yang terlambat [puisi, prosa]

  • WpView
    Reads 132
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 21, 2020
WpInfo
Poetry
Untukmu aku akan mengenang sepi dalam jantungku, sebab mengenangmu dalam hati adalah mustahil. Hatiku sudah hancur berkeping-keping sejak kau dirangkul orang lain dan menjadi asing. Terakhir kalinya nanti aku akan berkata padamu, terima kasih atas luka dan lara yang meremukkan hatiku. Semoga aku bahagia walau kelak kita tidak bersama.
All Rights Reserved
#853
2020
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Perihku Ditinggalkan
  • This is My Life!!! (COMPLETED)
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • Goresan Tinta
  • Terulang
  • Dari Hati [Quotes]
  • Hati memilih (Selesai)
  • INKONSISTENSI RASA (TERBIT)
  • Segala Tentangmu ❝
  • KONSEKUENSI HATI

High rank #21 (05/7/19) (hanya serpihan kata-kata, entah puisi atau sajak atau apa entahlah) Untuk orang yang kehilangan. Atau yg baru putus, yang masih belom bisa move on dari kenangan apalagi mantan. Bahasa kasarnya sih cuma sekedar kata mellow yang nggak penting dan cuma diutarakan dari perasaan saya saja, bilang lebay boleh kok, saya menerima kritik dari kalian. Cuma mengutarakan kesedihan yang begitu perih walaupun doi tidak mendengar gue kok HAHA. "Kadang Cinta terlalu indah dirasa, Namun kehilangan membuat kita lupa akan keindahan yang pernah dirasa". 98% benar-benar mewakili perasaan dan hidup saya yang sama persis. Hanya tulisan-tulisan yang mengutarakan perasaan hati yang sedang menangis. Hanya seorang perempuan, Yang hobinya mengutarakan perasaan sakit lewat kata-kata dengan cara menulis, Yang tiba-tiba saja menjadi puitis, Disaat hati sedang kacau balau. Kata-kata disini asli buatan saya, murni dari pikiran saya, namun jika ada kesamaan, maafkan saya. Semoga kata-kata ini yang akan mengerti perasaan kalian disaat siapapun tak pernah bisa mengerti.

More details
WpActionLinkContent Guidelines