AKU, KAU, DAN SANG WAKTU

AKU, KAU, DAN SANG WAKTU

  • WpView
    Lecturas 466
  • WpVote
    Votos 22
  • WpPart
    Partes 9
WpMetadataReadContenido adultoConcluida sáb, oct 10, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
Aku pernah jatuh dan bangun perihal cinta berkali-kali. Aku pernah menang untuk hal mengikhlaskan. Tapi tentangmu adalah suatu hal yang berbeda. Aku pernah belajar merelakanmu berkali-kali.Melepaskanmu pergi dengan cinta yang lain. Membiarkan kesempatan memilikimu hilang untukku. Sebab, kamu berhak bahagia; meski sesungguhnya aku tidak bahagia dengan keputusan itu. Ketidak-beranianku mengikatmu memberi ruang bagi orang asing untuk mendekatimu. Kupikir hidup akan baik-baik saja. Semua harus berjalan seperti sediakala. Kamu dengan seseorang yang memilihmu. Aku dengan hati baru yang mencoba tumbuh dihidupku. Kuberikan hatiku pada seseorang yang lain. Kubiarkan dia menggantikanmu. Namun, aku keliru. Melupakanmu ternyata tidak pernah semudah itu.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Kamu [SELESAI]✔
  • Sekali Lagi (End)
  • Distance
  • Full Of Scratches
  • You're Here, But Not For Me
  • SalFlo
  • Love In Paris (COMPLETED)
  • S U M M E R
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Restu Tuhan

Tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Sepucuk kertas yang kutulis dengan torehan tinta sederhana mampu merubah kenyataan hidupku. Aku selalu dan akan selalu percaya akan takdir yang Allah gariskan untukku. Kuharap, esok nanti dirimu masih sama seperti hari ini. Aku tahu, dan aku menyadari siapa diriku ini. Hanya gadis sederhana yang mencintai seorang lelaki berparas rupawan. Sungguh, karena Allah-lah aku mencintainya. Lucu mungkin? Orang sepertiku mencintai sosok hampir sempurna sepertinya. Hingga berjalannya waktu yang tak terasa. Seperti hembusan nafas yang tidak kalian sadari, aku mulai dekat. Selalu nyaman, dan selalu ingin membuatnya bahagia. Namun, sebuah kenyataan pahit mengantarkanku hampir ke titik terendah dalam hidupku. Takdir yang kupercayai membuat diriku hidup seolah-olah tak ada kebahagiaan lagi setelah itu. Tapi, perasaan ini masih tersimpan jelas meskipun kamu membenciku. Kamu? Ya, Kamu. Kalau penasaran yuk baca aja gratis kok tanpa dipungut biaya hehe;')

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido