The Dictators

The Dictators

  • WpView
    Přečtení 76,201
  • WpVote
    Hlasy 2,673
  • WpPart
    Části 8
WpMetadataReadRozepsáno
WpMetadataNoticeNaposledy publikováno čtv, čvn 4, 2015
WpInfo
Fikce
Romantika
"Keluar dari ruangan saya," tegas Dian dengan tatapan dingin. Namun yang ditatap hanya diam, dan menyunggingkan seringaian liciknya. "Inget ya, bagaimanapun gue adalah pemegang saham terbesar di perusahaan ini." Dian mendecak sebal. Bagaimana bisa ia kecolongan seperti ini? Bagaimana bisa ia tak sadar bahwa pemegang saham dua puluh lima persen itu adalah anak dari keluarga musuhnya sendiri? Padahal ayahnya sudah mewanti-wanti agar tak ada satupun keluarga Wingsley yang menyentuh saham perusahaan. Namun apa daya, Dian terlalu ceroboh! "Gue bakal lepas saham itu, asalkan lo mau menuruti satu syarat dari gue," ucapnya masih dengan seringaian. Dian menatapnya dengan heran, "syarat apa?" "Lo harus nikah sama gue." APA?!
Všechna práva vyhrazena
#21
sammy
WpChevronRight
Připoj se k největší komunitě vypravěčůZískej personalizovaná doporučení příběhů, ukládej si oblíbené do své knihovny a komentováním i hlasováním buduj komunitu.
Ilustrace

Taky se ti může líbit

  • DANADYAKSA
  • SETTLE || JeongKook
  • Bodyguard Utusan Papa [Vol. 1] : END
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • JASA [TAMAT]
  • MY SWEET BODYGUARD [TAMAT]
  • TAKDIR

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

Více informací
WpActionLinkPokyny k obsahu