Moon Rumpang

Moon Rumpang

  • WpView
    LECTURES 1,091
  • WpVote
    Votes 84
  • WpPart
    Chapitres 8
WpMetadataReadTerminé ven., juin 26, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
[ TAHAP REVISI ] "Menetaplah seperti bulan" Pintanya. "Bulan tidak setia Moon. Dia hanya datang ketika hari mulai gelap. Terkadang, ia juga hanya menampakkan setengah bagian saja jika hujan bersiap turun esok hari. Wujudnya tampak rumpang. Aku ingin menjadi langit saja." "Ahh ayolah, langit selalu menangis saat mendengar suara petir menggeram" "Lalu aku harus menjadi apa, agar aku bisa menetap lebih lama dari bulan?" "Cukup temani saja aku, agar wujud bulan itu tidak rumpang lagi" "Oh jadi kamu tokohnya. Dasar. Moon yang rumpang" pekiknya dilanjutkan dengan memukul pelan bahu lelaki disampingnya itu. Malam ini bulan tampak bulat sempurna, seolah turut bersuka melihat tawa keduannya. Wujudnya tak lagi rumpang. Angin semilir yang lembut menelusup kebahagiaan antara kedua insan Tuhan ini. Jembatan tua inipun menjadi saksi bisu rangkaian alur hidup kisah mereka. #1 in Rumpang #1 in Rampung
Tous Droits Réservés
#69
moon
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Hy Enemy! I MISS YOU. [LENGKAP]
  • The Moon Sent You to Me
  • Flat Heart
  • Namanya Sabita [Terbit]
  • Fix, You! (completed)
  • Still You [END]
  • MOON GRAVITY (Completed Edit)
  • Exodus
  • Awan Abu-Abu [END]
  • Semesta Bersabda // [SUDAH TERBIT]

"Salam dari wajah sinis tak bermakna, menyimpan kecewa tanpa sepatah kata. Dengan segala hati yang terisi sepihak, membuat goresan luka kembali dan tersayat semakin dalam. Lalu air mulai menggenang di pelupuk mata, jika harus menyaksikan sang bulan bersama dengan bintang yg lain. Sangat jelas lidah kelu untuk berkata 'aku baik-baik saja' " Coretan kenangan milik Raina, gadis periang dan agresif, sebelum semuanya sirna termakan waktu. Dengan sejuta kesepiannya mengetuk pintu secara sepihak tanpa ada ketukan balasannya. Perjalanannya dengan lika liku mencari ranting yang kokoh untuk tempatnya bertengger dengan nyaman. Siapakah dia? musuh terbesarnya selalu dihadapannya memasang wajah konyol tanpa harapan. . . . Hai Guys!! udah lama nih aku gak nulis story di wattpad lagi. Mungkin ada yang sempat baca storyku yang baru beberapa chapter langsung aku hapus. Maaf ya guys, ada alasan pribadi dibalik itu semua hehe. Aku usahakan story ini gak akan aku hapus sebelum tamat. Aku usahakan. see ya!! Enjoy Reading!!

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu