Impressions

Impressions

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 22, 2020
Seperti halnya semu cinta merayap dengan syahdu tanpa kata dan kebisingan, membius apa yang nyata dan meninggalkan kata bekas yang tak nampak Sumbang adalah realita dan semua itu adalah derita Menabur bibit rasa dan terus memupuknya dengan cinta tanpa sadar pupuk yang digunakan menabur bencana. Benci adalah kata kala frustasi berkeliaran menumbangkan asa yang menenangkan. Dan diam tanpa kata adalah pilihan. "Aku terluka oleh kata yang tak disengaja, aku diam tanpa balasan,menangis dalam limpung kesendirian, sesak, kecewa, dan tak berdaya aku lelah...".batinnya berkecamuk Awal kata bahwa hidup ini adalah tempat kebimbangan, tempat keresahan, dan juga tempat keputusasaan dan tahukah kamu bahwa hidup adalah pilihan, hidup adalah rencana, dan hidup adalah kesungguhan. Falna Alderavi Miura
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Larasati- Napas Dari Masa Lalu
  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)
  • ALENA
  • GALAXA [END]
  • 31 Months for You (Revisi)
  • GEMINTANG HATIKU
  • The Space Between Us
  • JANTRA JALA JIWA
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • DALAM DIAM ADA RASA

"Ada napas yang tertinggal di masa lalu. Larasati hanya perlu mendengarkannya." Larasati selalu merasa asing di dunia yang ia pijak-seperti ia pernah hidup di tempat yang berbeda, pada waktu yang tak bisa dijelaskan. Dalam diamnya, ia menyalakan lilin... dan dari nyala itu, masa lalu mulai berbicara. Suara-suara dari kehidupan sebelumnya datang perlahan: tentang seorang tabib wanita yang merawat bayi dan jiwa manusia, tentang putri seorang Tumenggung yang tak pernah dikenang sejarah, dan tentang lelaki bernama Raka yang jiwanya terasa begitu akrab. Saat ingatan mulai terungkap satu demi satu, Larasati harus memilih: melupakan semuanya... atau mengikuti bisikan yang menuntunnya pulang. Larasati: "Raka, aku merasa ada yang lebih dari sekadar lilin ini. Sepertinya, mereka membawa sesuatu yang lebih dalam... sesuatu dari masa lalu." Raka: "Aku merasakannya juga. Seperti kita pernah terhubung, meski kita tidak tahu bagaimana."

More details
WpActionLinkContent Guidelines