We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
second chance

second chance

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 10, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Memang dari awal cara kita yang salah. Seharusnya aku tidak ada diantara kalian. Seharusnya aku teguh pada pilihanku untuk tidak bersamamu. Maaf aku telah merusaknya. Dan terimakasih telah membawaku masuk ke kehidupan mu, meski hanya sementara. Dan aku tak akan pernah menyesal, sebab aku tahu akan begini akhirnya. Percayalah Tuhan telah membuat skenario terbaik untuk kisah kita meski hanya sementara. Dyanara Bramanjaya Maafkan aku, tidak seharusnya kamu berada diposisi ini. Maafkan aku, telah membawa mu pada rasa yang penuh luka. Sebenarnya aku mencintaimu, sangat mencintaimu tapi egoku tak pernah mau mengalah. Percayalah suatu saat nanti Tuhan akan mempertemukan kita kembali, dengan rasa yang sama dengan takdir yang seharusnya. Antares Rainanta
All Rights Reserved
#418
berbeda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hujan dan Sebuket Dandelion
  • TRAUMA
  • Gendut!! Gue cinta sama lo
  • Be Mine [COMPLETED]
  • Promise
  • You are in my past and my future [END]
  • RENJANA DERANA [END]
  • Jika Nanti Aku Kembali

Ini tentang keluarga. Juga tentang hujan yang indah. Seperti halnya Naradra Carolina Abastra. Penyuka kaos oversize juga celana training yang sedikit kepanjangan. Gadis biasa-biasa saja dengan rambut panjangnya yang tergerai bebas. Ketika rintik-rintik hujan saling berjatuhan hingga berubah deras. Dia selalu ada untuk melihatnya menyambut bumi. Menciptakan suara melodi yang indah, dibalik awan gelap. Begitu juga dengan bunga dandelion, indah dengan caranya sendiri. Terbang bebas tanpa takut terlihat berbeda. Karena itu Nara suka dengan keduanya. Namun kekakuannya hanya satu, yakni seorang Damantara Gusti Pangestu. Lelaki dengan rambut kecoklatan dan kacamata bulat yang bertengger sempurna menghiasi wajahnya. Bukan laki-laki culun juga berandal. Gusti selalu berhasil menjungkir balikkan hatinya. Dengan mata hitamnya yang memikat. Sayangnya, dia bergerak untuk sebuah rahasia kelam. Namun, jika waktu terus mengikis rahasia yang selama ini mereka tutup. Apakah Tuhan masih memberi kesempatan untuk bersama? Atau justru mereka sendiri yang akan pergi, meninggalkan jejak yang kian dalam? __________________________________________________ Gusti menghela napas. "Mau tau sesuatu?" matanya menatapku begitu serius. "Sesuatu?" Laki-laki itu mengangguk. "Tentang semua ini, yang mungkin buat lo risi?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines