Jagat ke Dua

Jagat ke Dua

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 9, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Sukma tengah merenungi embun malam Merintih kecil tak ingin merebak Menekan jeratan yang merekah Lubuknya membeku sebab kurun Tenggelam dalam remuk redamnya Berbincang lembut dengan santiran Perihal kebengisan jagat asal Segan membedil hayat pembangkang Diary dunia menumpuk suram Memberkati dengan senapan Jagat ini terus membelah Seiring luka-luka trus tersemat Gelak ini menguap Akibat dosa yang mendemam hebat Kuliti saja bumi ini Tak apa.. Jika raga ini harus lenyap bersamanya ...
All Rights Reserved
#13
fiksinyata
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Promise or Leave
  • From The Eyes
  • Your Beautiful Eyes (END)
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  •  Dear My Sunshine✔
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • Senja Termendung
  • Ketika Bintang Kehilangan Cahayanya
  • »The Love Behind Secrets!
  • Senandika Untuk Asa | Hamada Asahi [✔]

WARNING!!! Foto cover ambil di pin. Cerita ini hasil dari pemikiran ku sendiri. Kalau ada kesamaan nama tokoh, Cerita, serta judul itu berarti karena murni sebuah ketidaksengajaan. Ada beberapa kalimat dan bahasa kasar di dalam cerita, mungkin ada sedikit adegan kekerasan, baik verbal maupun nonverbal. Jika tetap terus melanjutkan harap bisa mengambil sisi positifnya. Yang jelek di buang, ambil yang baik baik saja. Sebaiknya follow dulu sebelum membaca. . . . "Selama aku bisa melakukannya sendiri aku tak butuh yang namanya laki laki." "Bahkan laki laki itu tak becus menjalani perannya." "Makhluk tak berguna itu tak pantas ada." "Dia bahkan memberi luka tanpa penawar." "Mengenal salah satunya saja termasuk bencana." "Menganggap Makhluk itu adapun rasanya enggan." "Kalau saja bisa, akan gue bunuh semua makluk tak berperasaan itu." "Mari kita bantai habis mereka!" mereka tertawa keras dengan tangan saling merangkul satu sama lain. "DENGAR GIRLS! MEREKA TIDAK BISA MENINDAS JIKA KITA SELALU BERSAMA." "SETUJUUUUUUU." Mereka berteriak keras di tepi tebing terjal, suara teriakan mereka menyatu dengan deru ombak di bawahnya. membagi luka dengan lautan, itulah yang mereka lakukan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines