Impingement

Impingement

  • WpView
    Membaca 649
  • WpVote
    Vote 240
  • WpPart
    Bab 16
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Apr 9, 2021
[AUTHOR MASIH NOB] "Bagaimana rasanya jika kita hanya dijadikan pelampiasan? Sakit bukan? Itulah yang dirasahkan oleh gadis cantik yang merasakan bagaimana sakitnya dijadikan pelampiasan oleh seseorang yang dia kira sudah melupakan masa lalunya. Dia adalah Alena Citra, gadis cantik yang ceria dan memiliki hati yang baik dan mulia." Bagaimanakah kisa cintanya? Akankah dia dapat bertahan? "Cinta bukan hanya soal fisik dan materi, tapi cinta soal kesetiaan. Cinta juga bukan soal pengorbanan, tapi cinta juga tentang mengiklaskan, karena tidak semua pengorban akan berakhir bahagia, terkadang kita perlu mengiklaskan seseorang itu bahagia bersama pilihannya meskipun itu bukan kita" Cerita aku ini masih banyak kesalahnnya, jadi mohon kritik dan sarannya Cerita ini real dari imajinasi aku sendiri + kisah cerita teman aku
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#374
hancur
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Bersaing dengan Masalalu
  • TOUCHED (End)
  • Maaf untuk Berpisah
  • RENJANA DERANA [END]
  • KALANA
  • Luka dan Obatnya
  • perjalanan cinta rumit
  • ALENA SHANKARA AZELA

Alia Wenang kira kehidupannya sempurna, menjadi seorang Ibu Persit dari Dwikara Prasetya dan juga ibu untuk Andika Prasetya yang tengah aktif-aktifnya di usianya yang sudah memasuki sekolah dasar meski, tapi sayangnya kesempurnaan yang dia rasakan nyatanya tidak lebih dari sebuah fatamorgana. Suami yang Alia kira mencintainya nyatanya masih terjebak dengan masalalunya, seorang sahabat yang di cintai suaminya seumur hidupnya, perempuan pembuat patah hati sebelum akhirnya Dwikara bertemu dengan Alia. Sakit hati, hancur, marah dan kecewa, itulah yang Alia rasakan saat tahu kenyataan tersebut hingga membawa Alia pada sebuah dilema yang sulit akan dua pilihan. Bersaing dengan Masalalu, akankah Alia berhasil mengalahkan sosok-sosok penganggu tersebut? Atau malah Alia memilih menyerah meninggalkan Dwikara dengan sejuta penyesalan. _Pahami dulu hatimu, Bang. Coba tanya, kamu ini masih menyimpan rasa atau kamu hanya sekedar terjebak pada kenangannya_

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan