Pelangi Dan Hujan

Pelangi Dan Hujan

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 9, 2020
"Dasar keras kepala!" kata Divani. "Nyolot mulu si pendiem nih" balas Naura. Memang aneh, mereka yang saling memaki dan menyakiti kini menjadi dua sahabat yang saling menyayangi. Namun, mereka juga tak lepas untuk saling menyakiti dengan cara yang berbeda. Mungkin mereka memang tak satu seperti pelangi dan hujan. Mereka juga menyakiti satu sama lain dengan cara mereka sendiri. Namun tak lupa untuk menyembuhkan luka satu sama lain. Begitu terus hingga akhir. Jangan lupa baca dan vote yaa man teman!🤗
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • SINAR LAUTAN
  • KESAYANGAN RAKHA
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • RAHSYA UNTUK NAURA
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Love Or Friend ▶ Wannaioi { END }
  • Bukan Kita D.A.N
  • Hey, we're just friend [Hoonsuk]

"Peluk gue Hujan!" "Jangan mati sekarang BODOH!" "Bunuh gue Bumi biar bisa bareng terus!" "Bunda,Bunda.Gelap.Karena warna Awan hilang!" "Cepat berdamai Hujannya Pelangi,biar Hujan lebih bahagia kedepannya" Lo berubah Pel"Itu suara Bulan,dia mengatakan itu dengan isakan karena tidak ada sahutan apapun dari pelangi membuat Bulan semakin terisak.Untung sesuana cafe siang ini tidak terlalu rame itu memudahkan mereka untuk saling bicara tanpa memikirkan pendapat orang lain."Lo ga seperti Pelangi yang gue kenal,lo beda dan lo bukan Pelangi sahabat gue."Untuk satu kalimat dari Bulan membuat Pelangi tersenyum,dia menatap Bintang sebentar dan mengalihkan padanganya kepada Bulan."Bukan gue yang ga lo kenal,tapi lo memang ga kenal gue dari awal"satu tarikan nafas dan kekehan membuat Bulan menatap Pelangi, sedangkan Pelangi yang ditatap hanya diam dengan muka datar."Maaf, maaf,maafin gue,gue tau gue salah tapi tolong jangan hukum gue seperti ini."Bulan makin terisak,air matanya sama sekali tidak membuat pelangi kasian,tapi entahla mungkin hanya Pelangi yang tau apa yang dia rasakan saat ini.Bintang sendiripun merasa sangat bersalah atas semua ini,dia juga mengambil peran penting dalam semua hal perubahan yang terjadi pada pelangi."Makasih,gue pergi.Jangan cari gue lagi,karena Pelangi yang kalian kenal sudah mati."

More details
WpActionLinkContent Guidelines