Dijodohin Musuh

Dijodohin Musuh

  • WpView
    Lecturas 107
  • WpVote
    Votos 28
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, nov 18, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
Etiquetassucidiva
Kesel gak sih? Emosi engga sih? Di saat lo sedih, Di saat lo terpuruk, Di saat lo butuh tempat curhat, dan sandaran. Bukannya menghibur, bukannya ngasih support, DIA Malah menambahkan luka Di Hati gueee. HATI GuEEEE. DIA kira gue mainan? Yang seenaknya dipermainkan tanpa harus memikirkan perasaan. DIA kira gue bahan masakan? Yang seneaknya dijadikan eksperimen. DIA kira gue payung? Yang seenaknya diguyur ditengahnya hujan badai.Gue benci situasi ini, kenapa ini semua terjadi sama gue? Huwaaaaaa Pengen tau ceritanya Kaya gimna? Yuk mampir dulu, jgan lupa follow and vote nya gaysss ehehheee😅❤️
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Kemarau Menggigil
  • Difficult To Forget//kuroken
  • laut yang membawanya pergi (END) ✓
  • Is It Home ?
  • Bermain Rasa
  • happy ending  Versi Ku Kapan?[end]
  • Seana or Seano
  •  ALZERA (On Going)

Ayah, aku butuh selimut untuk tubuhku yang penuh keringat. Kipas angin tua milik bunda hanya mengirimkan flu rindu. Sebab sisa kehangatan karena pelukan raga gemuknya masih terasa. Tak termakan waktu. Aku tak menyalahkan siapa pun. Termasuk kau yang tidak dapat menampakkan secuil kasih sayang untukku. Setidaknya, aku hanya ingin melepuhkan rasa sakit. Di bawah terik. Menjelma gurun tanpa rintik gerimis.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido