Terpaksa Menikah

Terpaksa Menikah

  • WpView
    LECTURAS 101,138
  • WpVote
    Votos 934
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, abr 29, 2023
Hidup berdua dengan sang ayah? Itu adalah sebuah keharusan bagi Tari yang sudah ditinggalkan sang ibu sejak kecil. Tidak masalah, karena dia mempunyai Farhan yang begitu menyayanginya. Meskipun hidup dalam kesederhanaan, tapi kehidupan Tari baik-baik saja, hingga pada suatu hari yang tidak pernah diduga, seseorang mengabarkan bahwa Farhan mengalami kecelakaan. *** "Bisakah kamu menceraikan aku sekarang?" tanya Tari terdengar begitu putus asa. "Aku mohon, talak aku," ucapnya sembari menyatukan telapak tangan di depan dada dan mata menatap Riza berkaca-kaca. "Tari, saya paham pernikahan kita berawal dari kejadian yang sangat pahit untukmu. Tapi maaf, saya tidak bisa mengabulkan permintaanmu." "Kamu egois, Riza. Tidak pernahkah kau berpikir bagaimana rasanya menjadi aku? Setelah kehilangan ayah, aku masih harus menikah dengan dirimu yang entah siapa." "Sebenarnya ... kita tidak seasing itu, Tari," ucap Riza terdengar ragu. "Apa maksudmu?"
Todos los derechos reservados
#11
riza
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Crazy Marriage
  • Married is scary [Sanwoo]
  • BUNGKAM
  • Bos galak perjodohan ceo
  • Hati yang tidak terlupakan...
  • Bad Wedding [Complete ✓] Tahap Revisi
  • AKSARA
  • Mas Angga✔️

Ambar dan Romi membuat kesepakatan untuk menerima perjodohan mereka. Demi bisa hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, mereka menikah, tapi sepakat untuk melanjutkan hidup masing-masing. "Mending gitu sih emang. Mana tahu kalau tinggal berdua gue khilaf ngapa-ngapain lo ye kan," kata Ambar, "gue mesum soalnya," tambah wanita itu, sambil mengedipkan sebelah mata. "Gila," gumam Romi. Tak acuh, ia kembali berjalan. ______ Sayangnya, tragedi "bayar listrik" memaksa mereka untuk tinggal serumah. Satu rumah hanya berdua, tapi gaduhnya bisa luar biasa cuma karena kecoak atau celengan pecah. Niat hati ingin hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, ternyata tidak semulus itu, Esmeralda. "Gila lo, Mbar." "Awas lo ya, Rom ...." "Mau ngapain?" potong Romi, tak gentar. "Mau gue perkosa." "Gue buntingin lo kalau berani perkosa gue," balas Romi justru menantang. "Buntingin sini kalau berani!"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido