Ada Apa Dengan Fania?

Ada Apa Dengan Fania?

  • WpView
    Reads 10,391
  • WpVote
    Votes 429
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 18, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Cepat pakai bajumu, aku tunggu kamu diluar," tukas Aken, sembari berbalik badan dan keluar kamar. Perasaan yang sulit dijelaskan, ada apa dengan kekasihnya. Hingga dia seperti itu sekarang. Napas terasa berat, desir hangat tiba-tiba menjalar di dalam sana. Suara pintu membuatnya menoleh, kali ini Aken semakin tercengang. "Kamu kenapa memakai bajuku?" "Tidak boleh?" "Bukan begitu Fan, tapi ...." "Semua celanamu terlalu besar, lagipula baju ini sudah seperti daster buatku." Aken melirik ke bagian paha, yang terbuka sebagian dari lutut ke bawah. Kaki jenjangnya yang mulus terlihat begitu menggoda. "Sekarang cepat ganti bajumu, aku antar kamu pulang." Aken menarik tangan Fania, dan mengambil bajunya yang masih terletak di kamar mandi. "Cepat ganti bajumu sekarang," perintah Aken, sembari menyodorkan sesetel pakaian milik Fania. Perempuan itu melengos tak acuh, berjalan gontai ke arah ranjang. "Aku mau sekalian tidur disini," ucap Fania dengan senyum tipis saat tubuhnya telah tengkurap di atas kasur. Membuat kaos bola yang sedang dipakainya tersingkap, menampakan lebih tinggi daerah paha atasnya. Aken semakin tak kuasa menahan, pemandangan indah terpampang di depannya. Adrenalin mulai meninggi, semakin jelas terasa, ada yang ngilu di bagian sana. Dia menelan cairan saliva di mulutnya, kemudian mengerjapkan mata untuk menyadarkan diri. "Baiklah kalau kamu ingin beristirahat disini, aku bisa pergi. Nanti sore aku kembali," ucap Aken sembari melangkah ke arah pintu. "Berhenti!" Fania berlari, lalu memeluk Aken dari belakang. Dan lagi, untuk pertama kalinya perempuan itu melakukan hal diluar nalarnya. "Jangan pergi," lirihnya. Aken perlahan memutar tubuh, melepaskan diri dari pelukan sang pacar, "Fania, ada apa denganmu? Apa yang terjadi? Ini bukan kamu yang kukenal, aku tau kamu tidak seperti ini. Jangan biarkan aku kalah melawan birahi, atau kamu sedang mengetesku?"
All Rights Reserved
#249
gairah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Apakah kamu ingin menikahiku?
  • ALVANSA [Completed]
  • MY OLD EMPEROR (END)
  • Diari Perselingkuhan
  • Broken Flower ( Spin Off TERJEBAK)
  • Sleeping With My Boss
  • ℝ𝔼𝕍𝔸𝕃ℤ𝔼ℕ 𝔸𝔼ℝ𝕃𝔸ℕ𝔾𝔾𝔸 //𝑅𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖\\
  • MASIH SENIKMAT DULU (JATAH MANTAN PROJECT)

Saat Jin Nian hendak bertunangan, dia memergoki pacarnya yang mabuk menelepon cinta pertamanya sambil menangis. "Tolong beritahu aku bagaimana aku bisa berhenti memikirkanmu!" "Berhenti menangis. Kalian berdua sebaiknya menikah saja. Jangan pernah meninggalkan satu sama lain!" seru Jin Nian. Jin Nian membatalkan pertunangannya tanpa ragu, namun kerabatnya memarahinya karena tidak mengerti. Merasa lelah, Jin Nian menghubungi sahabat masa kecilnya, Lu An, di internet. "Apakah kamu ingin menikahiku? Kita mengenal satu sama lain dengan baik. Mari kita puas dengan pengaturan ini." Satu detik setelah dia mengirim pesan, Lu An menjawab. "Apakah bersamaku dianggap berhasil?" "Tidak tidak tidak. Anda memiliki rumah yang mahal dan mobil yang mahal. Kamu jauh di luar kemampuanku!" "Bawalah buku rumah tanggamu. Saya akan menemui Anda di depan Biro Urusan Sipil," kata Lu An. "Hah?" Jin Nian bingung. Itulah kisah bagaimana mereka menikah dalam sekejap. Suatu malam, mantan pacar Jin Nian menyadari bahwa dia tidak bisa melupakannya. Dia bersiap untuknya kembali bersamanya. Yang mengejutkannya, orang yang membukakan pintu adalah suami Jin Nian, Lu An! Lu An mengenakan jubah mandi, dan terlihat gigitan cinta di lehernya. Dia tersenyum samar. "Apakah kamu mencari istriku?" *** Suatu pagi setelah pernikahan mereka terbongkar, Jin Nian terbangun dengan perasaan pegal di sekujur tubuhnya. Dia tidak sengaja mendengar Lu An berbicara dengan seseorang di telepon. Dia sedang menyiram bunga di balkon, dan ada sebatang rokok di antara bibirnya. Dia mencengkeram ponselnya di antara leher dan bahunya. "Saya tidak peduli berapa banyak uang yang Anda tawarkan kepada saya. Yang aku inginkan hanyalah Jin Nian." Jin Nian terdiam. Dia tidak perlu membesar-besarkan kisah cinta palsu mereka! Belakangan, Jin Nian secara tidak sengaja menemukan sebuah buku tua di rak. Itu adalah hadiahnya untuk Lu An pada ulang tahunnya yang kedelapan

More details
WpActionLinkContent Guidelines