Story cover for Bukan Pangeran by KevinChoco0
Bukan Pangeran
  • WpView
    Membaca 456
  • WpVote
    Vote 35
  • WpPart
    Bab 4
  • WpView
    Membaca 456
  • WpVote
    Vote 35
  • WpPart
    Bab 4
Bersambung, Awal publikasi Feb 10, 2020
Bukan Raja maupun pangeran. Gue hanya cowok biasa yang mendambakan bidadari cantik hadir di dunia gue yang putih abu-abu. Gak ada yang spesial dengan kisah ini. Hanya serangkaian kata perjuangan untuk menggapai cahaya gemilau itu. Nyatanya, bidadari cantik itu terlalu bodoh. Sampai tak mengetahui bahwa ada seorang cowok yang diam-diam menyiratkan rasa lewat tatapan mata dan mulut yang membisu. 

Ini kisah gue. Kisah tentang perjuangan berat gue. Terlalu berat sampai gue merasa lelah. Ingin berhenti di setengah jalan ini. Sekarang...
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Bukan Pangeran ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#319yena
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
Bawa Aku Pulang (End) oleh Rizardila
9 bab Lengkap
By a True Story Tentang dua anak muda yang menghabiskan waktunya bersama di masa putih abu-abu. -- Ponselku bergetar. Layarnya menyala terang. Nama Widya muncul di sana. "Za. Belum tidur?" Tanyanya dalam pesan itu. Aku melirik jam yang terdapat di sudut kanan atas layar ponsel, mendapati kini sudah jam dua pagi. "Belum, kenapa, Wid?" Aku bertanya balik. "Temenin gue teleponan dong! Gue enggak bisa tidur, nih." Sebenarnya, walau berada di kamar, aku sedang sibuk bekerja dengan komputerku. Namun, sejak mengenalnya delapan tahun lalu, aku selalu saja tidak bisa menolak permintaannya. "Oke." Balasku singkat sebelum akhirnya ponselku berbunyi, ada telepon masuk darinya. "Masih kerja?" Terdengar suaranya di sebrang sana. "Udah selesai, kok." Aku terpaksa berbohong. Padahal, aku mengesampingkan pekerjaanku untuknya. "Kenapa? Kok susah tidur? Emangnya mikirin apaan?" "Enggak tau, nih. Akhir-akhir ini, rasanya susah banget tidur cepet." "Lu kebanyakan tidur siang kali? "Bisa jadi, sih. Soalnya gue tidur bangunnya agak siang. Hahaha. Omong-omong, gue ganggu, enggak?" "Ganggu? Enggak, kok." "Emang lu lagi di mana, Za?" Tanyanya. "Di kulkas." "Hahaha." Ia tertawa. Aku selalu suka mendengar tawanya. "Serius ih! Lu lagi di mana?" "Di rumah, Wid. Kenapa, sih?" "Gapapa, nanya aja." Balasnya. "Oh iya, selain kerja, lu sibuk apa lagi deh akhir-akhir ini, Za?" Tanyanya padaku. Entah apa jawabanku atas pertanyaan itu. Yang jelas, aku bicara dengannya cukup lama. Mulai dari membicarakan soal kesibukan selain pekerjaan, sampai akhirnya membicarakan masa-masa SMA, dulu. Iya, Widya adalah temanku saat masih SMA. Aku mengenalnya sejak delapan tahun lalu. Aku ingat bagaimana aku mulai mengenalnya waktu itu.
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 9
It HURTS cover
Love & Enemy cover
Bawa Aku Pulang (End) cover
Somewhere Over The Rainbow - JENLISA (ID) GxG ✔ cover
DOORS OPEN - JENLISA [G×G] cover
SEAN'S(Completed) cover
My Perfect BoyFriend cover
ATTENTION WITH BENEFIT - JENLISA [G×G] cover
MY UNIVERSE - JENLISA (G!P) ✔ cover

It HURTS

34 bab Lengkap

Teman-teman bilang, kisah cinta gue itu pasaran. Naksir tapi cuma bisa memendam (kalo lo bilang gue pengecut, itu artinya bukan hanya gue aja yang lo judge tapi juga jutaan cewek yang naksir diam-diam). Sebenarnya sih itu udah kelewat lumrah. Yang langka terjadi di realita adalah.... punya sahabat berbeda jenis (cowok cewek maksudnya) dan parahnya lo naksir dia! Yupss. Itu yang sedang gue alami. Percayalah, rasanya berjuta kali lebih nggak enak dibanding lo naksir cowok terkeren di sekolah. Seakan ada sesuatu yang salah dan nggak pada tempatnya. Wajar sih, karena memang nggak seharusnya ada rasa "cinta" di tengah persahabatan. Tapi mau gimana lagi? Beruntung buat gue kalo perasaan itu melekat di kedua pihak. Nah, kalo nggak? Kan sakit. *** Peniu.