SALAM

SALAM

  • WpView
    LECTURAS 1
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, feb 10, 2020
Seorang ayah yang membahagiakan separuh hidup anaknya berubah menjadi sengsara dalam sekelip mata. Peluh tetes keringat ibu kala itu mengucur deras memikul beban sebagai tulang punggung keluarga. Pikiran suci ternodai oleh fatamorgana yang tampak sekilas dengan pikiran dangkal. Benci, tak lagi dapat menuai kasih sayang seorang ayah. Akan kah ia menjadi anak yang lupa dan laknat? mungkin diam tak menyelesaikan masalah.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • A Light Far in Sight
  • This Is Not My House
  • Anak Angkat & Keluarga Posesif
  • NESTAPA [On Going]
  • DOSA MASA LALU (End)
  • SERIBU SISI ORIGAMI [COMPLETED]
  • In Another Life [Gavin's Return]
  • Langit Kelabu Milik Ara
  • Hypomone {ὑπομονή} || END✓

Seri kedua Arga ; pusaran sesal Tentang cinta yang salah menyapa, rindu pada yang telah pergi juga dendam yang tak seharusnya tumbuh. Setelah kematian Aksa. Arga menyibukkan diri untuk mengalihkan rasa sakit akibat kehilangan dengan bekerja. Hingga pada satu titik dia kehilangan tujuan hidup kecuali membayar tagihan. Tak disangka dia bertemu lagi dengan ayahnya dan ingin membuktikan rumor yang pernah terjadi pada adiknya. "Ayah apa yang lebih memilih mengurusi anak wanita lain daripada darah daging sendiri? Kamu tak ubahnya lelaki egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Aku tak yakin kamu pantas disebut sebagai orang tua." "Aku tak percaya kata-kata itu keluar dari mulut anak lelakiku yang terpelajar." Teringat dengan pesan adiknya untuk segera menikah, seorang wanita yang pernah bertemu saat di rumah sakit menyapanya. "Bukankah di dunia ini tak ada yang sempurna, begitu pula cinta." Kia menoleh ke Arga yang menatap dengan sorot sendu. Walau sudah mengenal hampir beberapa bulan, lelaki di sampingnya adalah sosok diyakini tengah menutupi luka. Dia bisa melihatnya, lewat bola mata, gurauan atau perkataan langsung seperti sekarang. "Cinta itu memang tak sempurna, oleh itu mereka merayakan ketidaksempurnaan sebagai wujud kebahagiaan dalam pernikahan. Karena sejatinya cinta itu saling melengkapi."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido