
Aku berjalan bertatih tatih hendak pulang kerumah, ketika melihat seorang lelaki yang duduk merenung dibawa guyuran hujan dengan keadaan baju berlumuran darah bercampur debu dan kotoran aku berhenti sejenak berusaha mendekat, menyapa dan menegur dia untuk menanyakan apa dia baik baik saja. Ketika aku mendekat dia tidak menggubris kehadiran ku kemudian aku menanyakan kalimat yang ada dibenak ku "Hei apakah kamu baik-baik saja? Apakah kamu perlu bantuan?" hening sejenak, kemudian pikiran ku menjadi melayang jauh apakah dia pingsan atau... kuhapus pikiran tersebut dari benakku kemudian aku berjongkok dan menggoncangkan badannya, kemudia dia mengangkat kepala dan mata kami saling memandang aku melihat di matanya terlukis warna yang gelap pekat bagaikan itu kilatan kesedihan yang sangat mendalam. Hening sejenak hanya kedua mata saling memandang. kemudia dia berkata "Kamu siapa dan mengapa kamu ingin tau keadaanku" aku terheran dengan perkataannya, aku bangkit berdiri dan menatap dia acuh " tau tau begini aku mending tidak menganggapmu disini" aku hendak pergi kemudian tangan ku ditahan dan tiba-tiba aku dipeluk, entah kenapa begini. "Kamu jangan pergi dulu aku hanya ingin pundak bersandar" katanya. Aku terdiam tetapi aku juga tidak menyadari bahwa hari itu pertemuan aku dengan dia akan menjadi sebuah awal kisah cinta yang tak terlupakanTodos os Direitos Reservados
1 capítulo