The Rising Shining

The Rising Shining

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 10, 2020
Aku berjalan bertatih tatih hendak pulang kerumah, ketika melihat seorang lelaki yang duduk merenung dibawa guyuran hujan dengan keadaan baju berlumuran darah bercampur debu dan kotoran aku berhenti sejenak berusaha mendekat, menyapa dan menegur dia untuk menanyakan apa dia baik baik saja. Ketika aku mendekat dia tidak menggubris kehadiran ku kemudian aku menanyakan kalimat yang ada dibenak ku "Hei apakah kamu baik-baik saja? Apakah kamu perlu bantuan?" hening sejenak, kemudian pikiran ku menjadi melayang jauh apakah dia pingsan atau... kuhapus pikiran tersebut dari benakku kemudian aku berjongkok dan menggoncangkan badannya, kemudia dia mengangkat kepala dan mata kami saling memandang aku melihat di matanya terlukis warna yang gelap pekat bagaikan itu kilatan kesedihan yang sangat mendalam. Hening sejenak hanya kedua mata saling memandang. kemudia dia berkata "Kamu siapa dan mengapa kamu ingin tau keadaanku" aku terheran dengan perkataannya, aku bangkit berdiri dan menatap dia acuh " tau tau begini aku mending tidak menganggapmu disini" aku hendak pergi kemudian tangan ku ditahan dan tiba-tiba aku dipeluk, entah kenapa begini. "Kamu jangan pergi dulu aku hanya ingin pundak bersandar" katanya. Aku terdiam tetapi aku juga tidak menyadari bahwa hari itu pertemuan aku dengan dia akan menjadi sebuah awal kisah cinta yang tak terlupakan
All Rights Reserved
#67
fiktifremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A GA TA || Lee Jeno [COMPLETED]
  • GREENSTA [END]
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • 雨 (𝐡𝐮𝐣𝐚𝐧)
  • " To Love ,To Lose "
  • AMERTA : The Last Embrace
  • My Eternal Moon [ End ✔️]
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • SELESAI (Say Goodbye)

Netta mengerjapkan kedua matanya. Mencoba mencerna kalimat yang baru saja dilontarkan oleh laki-laki yang duduk di sampingnya itu. Kali ini, jantungnya berdebar lebih kencang dari biasanya. Netta menundukkan kepalanya. Menatap tangannya yang masih di genggam laki-laki itu. Perlahan namun pasti, ia melepaskannya dengan canggung. Tapi laki-laki itu malah semakin mempererat, menahan tangannya untuk lepas. "ya?" tanyanya lagi, dengan senyum manis tercetak di wajahnya, membuat matanya menyipit membentuk garis. Netta berdeham sejenak, lalu menarik nafasnya dan menghembuskannya. Ia menatap laki-laki itu lama. "kenapa? Kenapa gue?" Dalam hati ia merutuki jantungnya yang berdebar semakin kencang dan ia berharap laki-laki itu tidak mendengarnya. Otot tangannya mulai tidak berfungsi lagi, susah sekali untuk menarik tangannya lepas dari genggaman tangan laki-laki itu. Genggaman laki-laki itu sungguh membuat Netta sulit untuk berkutik. Dan sekarang otaknya jadi lambat mencerna kalimat yang di ucapkan laki-laki itu. "karena gue maunya lo" [Penggunaan karakter visual tokoh dalam cerita fiksi ini bukan dimaksudkan untuk merusak karakter asli tokoh yang digunakan, tetapi semata-mata untuk kecintaan penulis dengan sang idola] Pict from Pinterest Created by Kavilyan

More details
WpActionLinkContent Guidelines